Kamis, 10 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Opini

Tekotok, Channel Youtube Sarkastik Paling Elegan

Admin oleh Admin
28 Juli 2021
in Opini
A A
0
Tekotok, Channel Youtube Sarkastik Paling Elegan
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah hiruk pikuk hidup dan gelombang pandemi yang masih belum selesai, terkadang kita tidak menemukan hiburan yang tepat untuk membunuh waktu. Mencari hiburan untuk sekedar merehatkan diri dari WFH berkepanjangan atau memang dasarnya kita beban keluarga sehingga tidak tahu lagi apa yang mau dilakukan dirumah. Dari scrolling instagram, bolak-balik twitter-facebook, sampai memutar video youtube.

Youtube sendiri tidak memberikan banyak hal menarik akhir-akhir ini. Dari youtuber yang drama pamit dari youtube namun balik lagi, “mantan” youtuber didonasi satu milyar , dan semacamnya seolah membuat kita susah mencari tayangan yang berkualitas untuk kali ini.

Namun bukan berarti tayangan tersebut tidak ada. Banyak sebenarnya channel produktif seperti TedEd, ASAP Science, dan semacamnya atau versi indonesianya seperti kokbisa, hujan tanda tanya, dan semacamnya juga. Namun namanya platform hiburan yang mana jika kita membukanya kita bertujuan untuk mencari hiburan didalamnya, bukan menambah berat beban kepala lagi. Nah ditenngah kondisi itu, saya menemukan channel bagus. Namanya tekotok.

Tekotok sendiri adalah channel animasi yang bersifat seperti video pendek zaman instagram tahun 2018-an atau Video meme yang dulu booming di facebook era tahun 2012-an. Pada awalnya saya berpikir ini sama seperti kowardan atau vernalta yang sebelumnya sudah mendapat nama di masyarakat serta building characternya yang baik seperti martin dan tutu. Namun channel tekotok yang samasekali tidak ada usaha untuk menempatkan satu karakter khusus seperti vernalta memiliki poin plus sendiri dimata aku.

Artikel Terkait

TEFA Perlu Kafah, Jangan Mualaf terhadap Deep Learning

Transformasi Jaminan Sosial menuju Pemberdayaan dan Kemandirian

Membebaskan sektor Riil dari Tekanan Merawat Independensi Bank Central

Karakter yang menyebalkan

Pandji Pragiwaksono pernah bilang bahwa membangun atau menjadi seorang komedian dan pelawak terbaik adalah dengan menjadikan diri sendiri atau memiliki karakter yang sangat menyebalkan. Tekotok tahu akan hal itu sehingga ia membangun karakter-karakter pada animasinya menjadi sangat menyebalkan. Baik itu dari bagaimana ia menanggapi lawan karakternya, cara karakternya berbicara, serta perlakuan dan bahasanya yang biasa dipakai oleh anak muda zaman sekarang. Dimana ketiga perpaduan ini membangun karakter dari gambar animasi tekotok menjadi sangat menyebalkan dan tidak nanggung.

Sarat akan kritik

Tekotok sering menyelipkan kritik dalam setiap isi videonya. Kritik ini ada yang bersifat langsung dan ada yang terselip dalam satire dan sarkasme yang ditampilkan dalam videonya. Kritik dalam video tekotok tidak pandang bulu. Hampir semua aspek dalam kehidupan sehari-hari masuk dan jadi bahan kritikan dari kreator tersebut baik itu kelakuan kita setiap hari, kelakuan dan kebiasaan masyarakat kita, orang-orang yang mendadak tenar, sampai kepada pemerintah serta beberapa kebijakannya.

Ending yang pecah

Saya mengakui sebagai salah satu orang yang sering membuat cerpen atau cerita pada suatu buku bahwa menghadirkan ending yang menarik jauh lebih susah daripada membuat keseluruhan cerita. Karena hal yang paling diingat dari pembaca atau penonton adalah opening dan ending dari suatu cerita. Opening adalah gerbang kunci apakah karya kamu bakal lanjut dibaca oleh pembacamu atau tidak dan ending memberikan kesan terakhir kepada membaca dan membuat pembaca akan penasaran dan mengenang terus akan karyamu.

Di dalam pembawaan video tekotok, kreator selalu memberikan ending yang tidak tertebak sebelumnya. Seperti video saat malaikat pencatat amal mencatat wakil rakyat yang berbohong dalam janji kampanye. Mungkin beberapa dari kita akan menebak bahwa kalimat bohong yang telah dicatat oleh malaikat akan tidak jadi dicatat karena wakil rakyat tadi berkata bahwa semua perkataan itu adalah kebohongan. Seandainya kreator cukup memasang muka kesal dari malaikat tersebut, itu sudah cukup pecah. Namun dengan building characternya kreator, kreator membuat marah dari malaikat tersebut dan dengan logat yang lucu.

Dan dari sekian banyak keunggulan yang telah saya sebutkan diatas, saya berani bertaruh bahwa tekotok adalah channel sarkastik paling elegan. Kenapa? Karena ia menyentil banyak kalangan baik itu masyarakat awam, influencer, dan pemerintah sekalipun dengan animasi. Sekali lagi, dengan animasi. Orang gabut mana yang membuat animasi satu jam hanya untuk menyentil dan menyindir seseorang? Hanya di tekotok saya melihatnya. Dan yang saya tak habis pikir, ia update hampir setiap hari. Suatu hal yang sangat berat karena dala membuat konten harus dirancang script-nya bagaimana, bagaimana take voice untuk karakternya, bagaimana desain backgroundnya, dan yang terpenting bagaimana membuat animasinya yang saya yakin itu bukan hal yang mudah dan mereka menyelesaikannya dengan waktu yang singkat. Benar-benar channel yang sangat niat.

Akhir kata, saya sebagai orang biasa hanya bisa berpesan buat tim tekotok, tetap semangat dan teruslah berkarya. Dan terimakasih telah menghibur kami dengan video-videomu.

DITULIS OLEH 

Mohammad Indar Malik Ibrahim

TerkaitBerita

“Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?
Opini

TEFA Perlu Kafah, Jangan Mualaf terhadap Deep Learning

oleh Editor : Anggoro
23 Agustus 2026
Transformasi Jaminan Sosial menuju Pemberdayaan dan Kemandirian
Opini

Transformasi Jaminan Sosial menuju Pemberdayaan dan Kemandirian

oleh Editor : Anggoro
15 Agustus 2026
Bamsoet
Opini

Membebaskan sektor Riil dari Tekanan Merawat Independensi Bank Central

oleh Editor : Hairul
3 Agustus 2026
Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?
Opini

Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

oleh Editor : Anggoro
2 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

BANTUAN SOSIAL: Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf memberi sambutan dalam sosialisasi DTSEN oleh Kementerian Sosial RI kepada para camat, kepala desa, lurah, dan operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat pada Rabu (4/3/2026). (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

Disorot Publik, Kepala BPS Mutakhirkan DTSEN Anggota DPR RI Eva Stevany Jadi Desil 10

9 September 2026
Putar Lagu Lingsir Wengi, Sekelompok Konten Kreator Malah Diburu Teror di Motel Malioboro

Putar Lagu Lingsir Wengi, Sekelompok Konten Kreator Malah Diburu Teror di Motel Malioboro

10 September 2026
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Bawa Teror Rephaim hingga Ancam Satu Wilayah

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Bawa Teror Rephaim hingga Ancam Satu Wilayah

10 September 2026
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 101 per Barel, Konflik AS-Iran Picu Kekhawatiran Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Tembus US$ 101 per Barel, Konflik AS-Iran Picu Kekhawatiran Selat Hormuz

10 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4464 shares
    Share 1786 Tweet 1116
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    855 shares
    Share 342 Tweet 214
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya