GAMBIR, koranindopos.com – Penambahan kasus positif Covid-19 baru di Jakarta tidak signifikan. Pada Minggu (10/10/2021), di antara 18.605 orang yang dites PCR, ada 140 kasus baru. Meski kasus positif bertambah, kasus yang sembuh juga terus bertambah. Dengan kondisi tersebut, saat ini, di Jakarta, ada 1.723 kasus aktif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia menuturkan, kasus Covid-19 mulai terkendali di Jakarta. Sebab, kata dia, jumlah kasus aktif dan pertambahan kasus baru setiap harinya tidak sama dengan kondisi pada Juli lalu.
Meski begitu, dia meminta warga yang beraktivitas di Jakarta tetap disiplin protokol kesehatan. Sebab, bertambahnya ratusan kasus baru setiap harinya menunjukkan bahwa masih memungkinkan terjadi penularan Covid-19 di Jakarta.
’’Makanya, untuk memutus mata rantai penularan ini, perlu kerja sama kita semua dengan disiplin protokol kesehatan maupun taat kebijakan PPKM level 3,’’ tuturnya.
Tidak hanya itu, Dwi juga menjelaskan, dengan kasus positif harian yang fluktuatif, persentase kasus positif atau positivity rate di Jakarta sampai saat ini belum mencapai angka 0 persen. Positivity rate total di Jakarta sampai saat ini masih berada di angka 13,3 persen.
’’Positivity rate selama sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,8 persen. Itu menunjukkan bahwa masih ada penularan meskipun angkanya sudah di bawah standar WHO,’’ katanya.
WHO menetapkan standar suatu daerah bisa disebut aman dari penularan bila positivity rate tidak lebih dari 5 persen. Dwi menjelaskan, untuk mengatasi penularan di Jakarta, testing dan tracing masih terus dilakukan.
Bila menyesuaikan target WHO dengan melakukan tes PCR terhadap 1.000 orang per sejuta penduduk setiap pekan, DKI sudah melampauinya. Sebab, jika di Jakarta ada 10,6 juta penduduk, testing harus dilakukan terhadap 10.645 orang.
’’Target minimum WHO telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir, ada 122.206 orang yang dites PCR. Total tes PCR di Jakarta saat ini sudah mencapai 607.390 per sejuta penduduk,’’ ujarnya.
Selain testing, lanjut dia, program vaksinasi masih berlangsung. Yakni, 10,62 juta orang untuk dosis pertama dan 7,93 juta orang untuk dosis kedua. Untuk proporsi berdasar domisili, 65 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 35 persen warga non-KTP DKI. (fri/brg)










