Koranindopos.com, Jakarta – Dunia film horor Tanah Air kembali menghadirkan karya baru yang memadukan ketakutan, budaya, dan tragedi keluarga melalui film “Sengkolo: Petaka Satu Suro”. Karya garapan MVP Pictures bersama sutradara Deni Saputra ini mencoba menyingkap sisi gelap malam 1 Suro yang selama ini diyakini sebagai waktu paling angker bagi sebagian masyarakat Jawa.
Berlatar di sebuah desa pesisir bernama Sukowati, film ini merangkai kisah tentang keseharian warga yang awalnya tenteram sebelum dirundung kejadian ganjil yang menghantam perempuan-perempuan hamil di desa itu. Dari sinilah ketegangan mulai merangkak, mengurai kisah tragedi sekaligus misteri yang membayangi masyarakat setempat.
Tokoh sentral dalam kisah ini adalah Rahayu, seorang bidan yang hidup bersahaja bersama suami dan anaknya. Menjelang kelahiran anak kedua, ia berharap masa-masa bahagia sedang menantinya. Namun, ketenangan itu pecah ketika rangkaian peristiwa janggal mulai merenggut rasa aman warga dan berujung pada musibah besar yang melibatkan keluarganya sendiri.
Rasa duka Rahayu semakin dalam ketika adiknya, Ratih, memutuskan pulang ke Sukowati. Alih-alih membawa ketenangan, kedatangannya justru bertepatan dengan meningkatnya kejadian mistis yang membuat banyak warga mulai dihantui ketakutan. Semakin dekat dengan malam 1 Suro, intensitas teror dalam cerita ini kian menyesakkan.
Di tengah situasi yang makin mencekam, Rahayu dipaksa menghadapi ancaman supranatural yang menguntit keluarganya. Desa yang selama ini damai pelan-pelan berubah menjadi tempat di mana batas antara dunia nyata dan yang gaib terasa makin menipis. Warga pun terjebak dalam kecemasan yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Sarah Aulia, pemeran Rahayu, mengungkap makna emosional yang ikut mengiringi perannya. “Kita harus sadar memang kalau kita akan berkorban all out buat hal yg kita cintai. Tapi jangan karena kehilangan kita juga sampai kehilangan arah. Takdir memang tidak bisa kita hindari tapi kita harusnya bisa menahan diri untuk tidak terlalu dalam menyikapi kehilangan,” kata Sarah dalam siaran persnya.
Sementara itu, Hadrah Daeng Ratu selaku produser kreatif memaparkan alasan mengapa film ini digarap dengan pendekatan yang dekat dengan budaya Nusantara. “Kami berharap film ini menjadi film yang ditonton banyak orang karena ceritanya dekat dengan masyarakat Indonesia. Karena kisah ini terinspirasi dari kehidupan dan tradisi yang familiar bagi banyak orang di daerah Jawa khususnya,” ujarnya.
Deretan pemain yang ikut menghidupkan cerita ini cukup beragam, mulai dari Agla Artalidia, Dimas Aditya, Cindy Nirmala, Sharon Jovian, Diaz Ardiawan, Ence Bagus, hingga Annisa Hertami. Kombinasi aktor dan aktris lintas generasi ini diharapkan dapat memberi kedalaman sekaligus dinamika dalam alur film.
MVP Pictures menetapkan tanggal 22 Januari 2026 sebagai waktu perilisan “Sengkolo: Petaka Satu Suro” di seluruh bioskop Indonesia. Kehadirannya di awal tahun mendatang diyakini mampu memberi warna baru bagi pencinta horor lokal, terutama mereka yang gemar pada cerita yang bersinggungan dengan adat, mitos, dan tradisi Jawa. (Brg/Kul)
















