Jumat, 9 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

The Bell: Panggilan untuk Mati, Film Horror Hantu Penabok Urban Legend dari Belitung

Editor : Akula oleh Editor : Akula
7 April 2026
in Film dan Musik
A A
0
The Bell: Panggilan untuk Mati, Film Horror Hantu Penabok Urban Legend dari Belitung
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, ​Jakarta – Industri perfilman horor Tanah Air kembali bersiap menyambut entitas mencekam dari tanah Belitung. Sinemata Buana Kreasindo secara resmi meluncurkan poster utama film terbaru mereka bertajuk The Bell: Panggilan untuk Mati. Acara peluncuran trailer dan poster yang berlangsung di Metropole XXI, Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/4/2026) ini menjadi momen perkenalan bagi sosok hantu Penebok ke layar lebar.

​Langkah ini menandai upaya baru dalam mengeksplorasi kekayaan budaya lokal yang belum banyak tersentuh. The Bell tidak hanya sekadar menyuguhkan adegan mengejutkan, melainkan mengangkat folklore asli dari masyarakat Belitung. Kehadiran Penebok sebagai figur sentral tanpa kepala yang mengenakan gaun merah di poster tersebut langsung menciptakan atmosfer gelap sekaligus mencekam bagi siapa pun yang melihatnya.

​Sutradara film The Bell, Jay Sukmo, mengungkapkan bahwa karya terbarunya ini bertujuan untuk memberikan perspektif baru bagi para penikmat film horor di Indonesia. Menurutnya, pasar saat ini sudah semakin kritis dan mendambakan cerita yang memiliki kedekatan emosional dengan akar budaya setempat. Penebok dipilih karena memiliki kekuatan narasi lokal yang sangat kental dan orisinal.

​“Horor Indonesia sedang berada di fase yang sangat menarik. Penonton tidak hanya mencari rasa takut, tetapi juga cerita yang punya akar budaya. Penebok kami hadirkan sebagai representasi dari kekayaan cerita lokal yang belum banyak diangkat,” ujar Jay Sukmo saat ditemui di XXI Metropole, Cikini.

Artikel Terkait

Mengenang Sang Diva Pop Asia: Konser Intimate Teresa Teng Siap Digelar

Andovi da Lopez Dalami Peran Kandidat Gubernur di Film Bapak Paling Jujur

Bandung World Cinema Hadirkan Sinema Dunia hingga Layar Terbuka di Balai Kota

​Sementara itu, produser Rendy Gunawan yang bekerja sama dengan Aris Muda dalam proyek ini, menekankan pentingnya menciptakan karakter yang berkarakter. Di tengah persaingan film horor yang masif, mereka ingin Penebok menjadi ikon baru yang melekat di ingatan publik. Identitas budaya yang dibawa menjadi pembeda utama film ini dibandingkan film horor lainnya.

​“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang bukan hanya menakutkan, tapi juga punya identitas kuat. Penebok adalah upaya kami menciptakan ikon horor baru yang lahir dari budaya sendiri dan bisa diingat penonton dalam waktu lama,” tegas Rendy Gunawan.

IMG 20260407 WA0028 - The Bell: Panggilan untuk Mati, Film Horror Hantu Penabok Urban Legend dari Belitung

​Secara naratif, film ini mengambil latar nuansa urban dan mistis yang khas. Plot cerita bermula dari sebuah lonceng keramat di Belitung yang dipercaya memiliki kekuatan untuk mengurung roh jahat. Konflik pecah ketika sekelompok YouTuber yang haus akan konten nekat mencuri lonceng tersebut demi popularitas di media sosial, yang justru berujung pada malapetaka besar bagi banyak orang.

​Tindakan ceroboh tersebut secara tidak sengaja membebaskan Penebok, entitas mengerikan yang telah terperangkap selama ratusan tahun. Sejak saat itu, teror mulai menyebar secara brutal. Penebok digambarkan memburu korbannya satu per satu dengan jejak kematian yang mengerikan, yakni kondisi kepala yang terpenggal, menyerupai wujud entitas itu sendiri yang kehilangan bagian tubuh atasnya.

​Denting lonceng yang semula dianggap benda sejarah kini berubah menjadi lonceng kematian. Setiap kali suara dentingnya terdengar, warga desa di Belitung dihantui rasa takut yang luar biasa. Penebok diyakini datang untuk menagih kepala dari siapa saja yang mendengar suara lonceng tersebut, menciptakan teror berantai yang sulit untuk dihentikan.

​Peluncuran poster ini menjadi sinyal kuat bahwa The Bell: Panggilan untuk Mati siap meramaikan persaingan industri film nasional tahun ini. Dengan memadukan elemen modern seperti aktivitas YouTuber dan kepercayaan kuno masyarakat Belitung, film ini diharapkan mampu menjadi suguhan segar yang mengangkat derajat cerita rakyat ke tingkat yang lebih luas.

Dibintang oleh Ratu Sofya, Givina L Dewi, Shalom Razade, ⁠⁠Mathias Muchus, Bhisma Mulia, Septian Dwi Cahyo, Nabil Lunggana, Zidan Zhu dan Egha Da Latoyo berharap The Bell dapat memberikan pengalaman sinematik yang tidak hanya menakutkan secara visual, tetapi juga memberikan penghormatan terhadap mitos-mitos yang hidup di nusantara. (BRG/Kul)

Topik: The Bell: Panggilan untuk Mati.

TerkaitBerita

Mengenang Sang Diva Pop Asia: Konser Intimate Teresa Teng Siap Digelar
Film dan Musik

Mengenang Sang Diva Pop Asia: Konser Intimate Teresa Teng Siap Digelar

oleh Editor : Akula
8 Oktober 2026
Andovi da Lopez Dalami Peran Kandidat Gubernur di Film Bapak Paling Jujur
Film dan Musik

Andovi da Lopez Dalami Peran Kandidat Gubernur di Film Bapak Paling Jujur

oleh Editor : Akula
7 Oktober 2026
Bandung World Cinema Hadirkan Sinema Dunia hingga Layar Terbuka di Balai Kota
Film dan Musik

Bandung World Cinema Hadirkan Sinema Dunia hingga Layar Terbuka di Balai Kota

oleh Editor : Akula
6 Oktober 2026
Privat: Jadi Pemeran Utama Serial ‘Suara Hati’, Dewi Perssik Buka-Bukan Soal Karakter Melodi dan Kehidupan Nyata
Film dan Musik

Setelah 20 Tahun Vakum, Dewi Perssik Kembali Akting Lewat Serial Suara Hati

oleh Editor : Akula
5 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya