Koranindopos.com, Jakarta – Film GJLS: Berapi-Api mendapat sambutan dari penonton ketika ditayangkan dalam rangkaian Jakarta Film Week (JFW) 2026. Sesi penayangan khusus film komedi aksi keluarga tersebut dilaporkan terjual habis. Penonton yang hadir turut memberikan respons melalui tawa dan tepuk tangan setelah menyaksikan film garapan sutradara Monty Tiwa itu.
Partisipasi GJLS: Berapi-Api dalam Jakarta Film Week 2026 menjadi salah satu bagian dari perjalanan film tersebut sebelum menjangkau penonton bioskop secara luas. Tiket sesi penayangan khusus yang habis terjual menunjukkan adanya minat dari pengunjung festival terhadap film yang dibintangi trio komedian GJLS tersebut.
Respons penonton selama pemutaran juga menjadi perhatian tim produksi. Suasana ruang pemutaran yang diwarnai tawa dan tepuk tangan memberikan gambaran mengenai penerimaan penonton terhadap film tersebut. Meski demikian, respons dalam satu sesi festival belum bisa dijadikan ukuran untuk menggambarkan penerimaan seluruh penonton ketika film dirilis secara nasional.
Sutradara Monty Tiwa mengaku tidak menyangka film yang digarapnya memperoleh sambutan seperti itu di Jakarta Film Week. Ia berharap berbagai unsur cerita yang disampaikan melalui film tersebut dapat diterima oleh penonton, termasuk komedi, persahabatan, dan semangat mengejar cita-cita.
“Saya nggak nyangka film kami bisa diapresiasi seperti ini di Jakarta Film Week. Pada akhirnya, film adalah soal rasa, dan saya berharap segala rasa yang ingin saya berikan kepada penonton melalui GJLS: Berapi-Api dapat kalian terima dengan baik: segala tawa, kehangatan persahabatan, dan semangat mengejar mimpi yang berapi-api,” tutur Monty Tiwa.
GJLS: Berapi-Api merupakan film komedi aksi keluarga yang dipersembahkan oleh Amadeus Sinemagna dan GJLS Entertainment. Film ini mengandalkan kehadiran Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir sebagai trio pemeran utama yang dikenal melalui kelompok komedi GJLS.
Selain ketiganya, film ini turut melibatkan Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani atau Inayma, Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha. Kehadiran para pemain tersebut melengkapi jajaran pemeran dalam cerita yang memadukan unsur komedi dan aksi.
Sebelum memasuki jadwal penayangan reguler, tim film menjalankan rangkaian promosi bertajuk “Pemadaman Duluan”. Amadeus Sinemagna dan GJLS Entertainment merencanakan kunjungan ke 23 kota untuk menyelenggarakan penayangan khusus serta sesi pertemuan dengan penonton.
Dalam rangkaian tersebut, penyelenggara juga menghadirkan Bus Wahana Damkar GJLS sebagai instalasi interaktif. Pengunjung bisa mengikuti simulasi latihan fisik dan mencoba atribut pemadam kebakaran. Aktivitas ini menjadi bagian dari pendekatan promosi yang mengajak masyarakat berinteraksi dengan konsep film di luar ruang pemutaran.
Salah satu momen yang mencuri perhatian terjadi ketika roadshow di Surabaya menghadirkan ular sanca berukuran besar ke atas panggung. Rigen, Rispo, dan Hifdzi terlihat menjauh, sedangkan Carissa Perusset yang memerankan Bondan justru berani mengalungkan ular tersebut ke pundaknya. Kejadian itu menambah warna dalam kegiatan promosi film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 5 November 2026.(BRG/Hend)










