Koranindopos.com – Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengerahkan 2.253 personel TNI AD untuk membantu penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Maruli mengatakan, ribuan personel tersebut telah dikerahkan dari sejumlah wilayah, termasuk Bali dan Kupang. Kehadiran personel TNI AD ditujukan untuk membantu proses penanganan dampak gempa serta mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Kami sudah kerahkan dari Bali dan dari Kupang. Sekarang kita ada 2.253 personel kita di sana,” kata Maruli saat ditemui di Dermaga Satuan Angkutan Perairan (Satangair) Pusat Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Pusbekangad), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Menurut Maruli, jumlah personel TNI AD yang berada di lokasi saat ini dinilai cukup. Jumlah tersebut juga masih mendapat dukungan dari personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Secara keseluruhan, Maruli memperkirakan terdapat sekitar 5.000 personel dari tiga matra TNI yang telah dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di NTT.
Selain mengerahkan personel, TNI juga terus memantau kondisi infrastruktur yang terdampak gempa. Maruli menyebut pihaknya telah menerima informasi mengenai delapan jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Meski demikian, penanganan terhadap infrastruktur yang rusak telah dilakukan secara cepat oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Jadi kita akan pantau terus sampai di mana ada yang kita bisa lakukan,” ujar Maruli.
TNI AD akan terus menyesuaikan dukungan di lapangan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi pascabencana.
Sebelumnya, Maruli juga melepas Kapal ADRI-XCII BM yang membawa berbagai bantuan untuk masyarakat terdampak gempa di NTT. Kapal tersebut diberangkatkan dari Dermaga Markas Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta.
Pengiriman bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD mempercepat distribusi kebutuhan dasar dan peralatan pendukung penanganan bencana.
Sejumlah kendaraan dan peralatan yang dikirim ke NTT meliputi dua unit ambulans, lima unit truk, 100 tandon air berkapasitas 1.100 liter, 13 set genset, 30 set tenda serbaguna, serta 900 set veldbed.
Selain itu, TNI AD turut mengirimkan berbagai kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut antara lain 32,5 ton beras, 500 kilogram gula, 4.000 botol minyak goreng, 1.140 mi instan, 1.997 paket susu bayi, 672 dus bubur bayi, 330 dus pembalut wanita, serta 710 dus pampers.
TNI AD juga mengirimkan 1.000 dus air minum kemasan, 5.000 paket ransum tempur, 28 karung pakaian layak pakai, serta bahan bakar untuk mendukung operasional di wilayah terdampak, terdiri atas 15 drum Pertalite, 10 drum Pertamina Dex, dan 35 drum Biosolar.
Dengan pengerahan personel, kendaraan, peralatan, dan logistik tersebut, TNI AD berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa dapat segera ditangani. Dukungan lintas matra serta koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait juga terus dilakukan agar proses penanganan bencana di NTT berjalan efektif.(dhil/kmps)










