Sabtu, 13 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Otomotif

Toyota dan Honda Pertimbangkan Kenaikan Harga Mobil Menyusul PPN 12% pada 2025

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
5 Desember 2024
in Otomotif
A A
0
ppn 12%
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% yang direncanakan mulai berlaku pada tahun 2025 menimbulkan pertimbangan serius bagi produsen otomotif seperti Toyota dan Honda. Kedua raksasa otomotif ini tengah menghitung potensi kenaikan harga jual mobil mereka, yang dipastikan akan terdampak oleh kebijakan tersebut.

Saat ini, PPN yang berlaku untuk penjualan kendaraan adalah 11%. Dengan naiknya tarif menjadi 12%, otomatis harga jual mobil akan meningkat. Besaran kenaikan ini tidak hanya disebabkan oleh PPN semata, melainkan juga terkait opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang turut memengaruhi total biaya pembelian kendaraan baru.

“Kami masih dalam tahap perhitungan. Dengan perubahan kebijakan ini, tentu ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, termasuk daya beli masyarakat dan kompetisi pasar,” ungkap salah satu sumber dari Toyota Indonesia.

Walaupun besaran pasti kenaikan harga belum diumumkan, pengamat industri otomotif memprediksi bahwa harga mobil bisa naik rata-rata sekitar 1% hingga 3%, tergantung pada segmen dan jenis kendaraan. Untuk mobil dengan harga Rp 300 juta, misalnya, kenaikan sebesar 1% bisa berarti penambahan biaya sekitar Rp 3 juta.

Artikel Terkait

VinFast Feliz II Digemari Berkat Kenyamanan, Tukar Baterai Cepat, dan Biaya Operasional Rendah

iCAR V23 Hadir dengan Tiga Varian Baru, Perluas Akses ke Ekosistem EV Lifestyle di Indonesia

MG4 EV Kembali Raih Gelar Best Small EV di OTOMOTIF Award 2026

Pabrikan juga perlu memperhitungkan biaya produksi dan distribusi, yang berpotensi meningkat akibat kenaikan PPN ini. Ditambah dengan faktor inflasi dan fluktuasi nilai tukar, konsumen bisa menghadapi kenaikan harga yang lebih signifikan.

Toyota dan Honda tengah mengkaji strategi untuk meminimalkan dampak kenaikan ini bagi konsumen. Salah satunya adalah dengan meninjau efisiensi produksi dan penawaran promo khusus untuk menjaga daya tarik pasar.

“Kami berkomitmen untuk tetap memberikan nilai terbaik bagi konsumen. Strategi harga akan disesuaikan agar tetap kompetitif,” ujar perwakilan dari Honda Indonesia.

Kenaikan PPN menjadi tantangan bagi konsumen, khususnya di segmen mobil menengah ke bawah. Banyak calon pembeli mungkin akan mempercepat keputusan mereka untuk membeli mobil sebelum 2025 guna menghindari kenaikan harga.

Meskipun kebijakan ini membawa dampak signifikan, para pelaku industri berharap pemerintah dapat memberikan insentif atau kebijakan tambahan untuk mendukung stabilitas pasar otomotif. Dengan langkah ini, diharapkan penjualan mobil tetap stabil dan daya beli masyarakat tidak tergerus secara drastis.

Peningkatan PPN ini menjadi ujian bagi industri otomotif, yang harus menyeimbangkan antara kebijakan fiskal dan daya saing pasar. Toyota dan Honda, sebagai pemain besar, berupaya memastikan bahwa kenaikan harga tidak mengurangi minat konsumen di tengah persaingan yang ketat.(dhil)

Topik: Hondappn 12%toyoto

TerkaitBerita

VinFast Feliz II Digemari Berkat Kenyamanan, Tukar Baterai Cepat, dan Biaya Operasional Rendah
Otomotif

VinFast Feliz II Digemari Berkat Kenyamanan, Tukar Baterai Cepat, dan Biaya Operasional Rendah

oleh Editor : Affandy
13 Juni 2026
iCAR V23 Hadir dengan Tiga Varian Baru, Perluas Akses ke Ekosistem EV Lifestyle di Indonesia
Teknologi

iCAR V23 Hadir dengan Tiga Varian Baru, Perluas Akses ke Ekosistem EV Lifestyle di Indonesia

oleh Editor : Affandy
12 Juni 2026
MG4 EV Kembali Raih Gelar Best Small EV di OTOMOTIF Award 2026
Otomotif

MG4 EV Kembali Raih Gelar Best Small EV di OTOMOTIF Award 2026

oleh Editor : Affandy
11 Juni 2026
VinFast Perluas Bisnis di Indonesia, Hadirkan Tiga Motor Listrik dan Ekosistem Baterai Terintegrasi
Otomotif

VinFast Perluas Bisnis di Indonesia, Hadirkan Tiga Motor Listrik dan Ekosistem Baterai Terintegrasi

oleh Editor : Affandy
11 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Gelora Mahasiswa di Bundaran HI, Suarakan Lima Tuntutan kepada Pemerintah

Gelora Mahasiswa di Bundaran HI, Suarakan Lima Tuntutan kepada Pemerintah

13 Juni 2026
Nikmati Momen Me-Time dengan Sentuhan Wangi Peach yang Menyegarkan

Nikmati Momen Me-Time dengan Sentuhan Wangi Peach yang Menyegarkan

13 Juni 2026
Ramai Sorotan terhadap KBIHU Nakal pada Haji 2026, DPR Desak Audit Menyeluruh dan Pengawasan Diperketat

Ramai Sorotan terhadap KBIHU Nakal pada Haji 2026, DPR Desak Audit Menyeluruh dan Pengawasan Diperketat

13 Juni 2026
VinFast Feliz II Digemari Berkat Kenyamanan, Tukar Baterai Cepat, dan Biaya Operasional Rendah

VinFast Feliz II Digemari Berkat Kenyamanan, Tukar Baterai Cepat, dan Biaya Operasional Rendah

13 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3484 shares
    Share 1394 Tweet 871
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya