Koranindopos.com, Jakarta – Junior Chamber International (JCI) Batavia kembali menggelar ajang bergengsi Ten Outstanding Young Persons (TOYP) 2025, sebuah penghargaan global yang ditujukan bagi anak muda berusia 18–40 tahun yang telah memberi dampak nyata di berbagai bidang. Tahun ini, puncak acara dijadwalkan pada Jumat, 5 September 2025 di Sampoerna Strategic Ballroom, Jakarta.
Ajang tahunan ini akan menyoroti figur-figur muda dengan kontribusi besar di masyarakat, baik di ranah bisnis, politik, budaya, maupun inovasi. Atmosfer inspiratif dipastikan hadir, mengingat deretan nominasi yang diumumkan memiliki reputasi kuat dan karya nyata.
Sebagai bagian dari JCI Indonesia, JCI Batavia menegaskan kembali komitmennya mencetak pemimpin masa depan yang tak hanya unggul dalam kepemimpinan, tetapi juga konsisten memberi kontribusi sosial. Melalui TOYP, mereka ingin memperlihatkan bagaimana pemuda bisa menjadi motor perubahan di tingkat nasional hingga global.
Penghargaan ini terbagi ke dalam sepuluh kategori. Bidangnya meliputi pencapaian bisnis, politik, akademik, budaya, lingkungan, kemanusiaan, sains, pengembangan pribadi, hingga inovasi medis. Setiap kategori dirancang untuk memberi sorotan pada tokoh-tokoh muda yang menghadirkan solusi kreatif sekaligus berdampak luas.
Nama-nama kandidat tahun ini cukup mencuri perhatian publik. Dari sektor bisnis, ada Felicya Angelista, Co-Founder Scarlett, bersama Aristia Tegarwati Martan, CMO Mazuta Group. Sementara itu, di bidang akademik terdapat Ruby Chairani dan Tomy Yunus, CEO Cakap. Dari politik, Rahayu Saraswati masuk dalam daftar nominasi.

Felicya mengaku bangga bisa menjadi salah satu nominasi di kategori bisnis. Menurutnya, karya lokal perlu mendapat tempat yang lebih besar. “Ya, kalau dari aku sendiri sih pastinya bahagia banget karena bisa menjadi salah satu nominasi gitu, ya. Terima kasih banyak untuk JCI juga. Senang banget, ya. Karena memang dari awal itu adanya Scarlett itu memang aku tuh ingin menunjukkan, gitu. Biasanya kan banyak orang yang lebih mencintai produk-produk luar, gitu ya. Di sini tuh aku pengin ngasih tahu kalau produk karya anak bangsa, produk Indonesia itu juga benar-benar enggak kalah dan benar-benar bisa diadu,” paparnya.
Dari kategori lingkungan, nama Ernest Layman, pendiri Rekosistem, mendapat sorotan. Ia menekankan pentingnya mengubah stigma terhadap pengelolaan sampah di Indonesia. “Ya, kalau dari saya, pasti pertama senang dan ikut merasa terhormat juga untuk kerja keras dari teman-teman di sektor pengelolaan sampah, pemulung, pengepul, bahkan para aktivis volunter yang ada di Rekosistem semua bisa dihargai. Orang-orang premisnya dengar Indonesia, oh, negara yang pengelolaan sampahnya buruk, enggak ada inovasi, gitu. Justru kita pengin nyontohin bahwa banyak, lho, aktivitas yang sudah mengarah ke arah yang positif,” ujarnya.
Bidang kebudayaan juga tak kalah menarik dengan hadirnya kreator konten Dara Sarasvati serta Joddy Mulya dari Yayasan Kartini. Sementara itu, Puteri Indonesia Maharani Diva masuk nominasi untuk kontribusinya terhadap anak dan perdamaian dunia. Dari ranah kemanusiaan, ada Nicky Clara serta Dr. Eric Stenly. Di bidang teknologi, Revata Utama, CEO Nusantics, menjadi kandidat. Nama lain yang masuk adalah Putri Tanjung untuk kategori pengembangan pribadi dan dr. Isaac Ardianson Deswanto di bidang inovasi medis.
Sejak pertama kali digelar pada 1983, TOYP telah mengangkat ribuan tokoh muda dari 47 negara. Nama besar seperti John F. Kennedy, Jackie Chan, Kofi Annan, hingga Presiden Joko Widodo pernah tercatat. Dari Indonesia sendiri, tokoh seperti Aburizal Bakrie, Seto Mulyadi, hingga Risa Santoso juga pernah menerima penghargaan ini.
Menambah semarak, puncak TOYP 2025 akan menghadirkan lima sesi talkshow interaktif. Diskusi ini melibatkan para nominee bersama pemimpin muda lintas sektor dengan tema seputar inovasi bisnis, dinamika politik, budaya, kemanusiaan, serta perkembangan sains dan kesehatan.
TOYP menjadi bukti bahwa karya anak muda Indonesia mampu mendapat pengakuan dunia. Lebih dari sekadar penghargaan, ajang ini hadir sebagai sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berkarya dan membawa perubahan positif. (Brg/Hend)










