Menurut keterangan dalam video yang diunggah, turis tersebut mengaku diminta uang oleh seorang pengamen saat berada di dalam angkot. Insiden ini langsung menarik perhatian publik, mengingat kejadian tersebut melibatkan seorang wisatawan asing yang merasa dirugikan. Video tersebut pun menyebar luas di media sosial, menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat dan pemerhati pariwisata.
Menanggapi kejadian ini, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menerima informasi mengenai dugaan pemalakan yang dilakukan oleh pengamen terhadap turis tersebut. Meskipun lokasi pasti kejadian belum diketahui, karena hanya disebutkan “Bogor” dalam video, pihak kepolisian tetap melakukan upaya preventif untuk menangani masalah ini.
“Betul, ada video yang diunggah wisatawan asing terkait permintaan uang oleh pengamen. Kami belum tahu wilayah pastinya, hanya disebutkan Bogor. Namun, kami melakukan upaya preventif dan komprehensif untuk menindak serta menertibkan agar Kota Bogor tetap aman, nyaman, tertib, dan kondusif,” ujar AKP Aji Riznaldi Nugroho saat dikonfirmasi pada Senin (25/11/2024).
Sebagai respons terhadap kejadian tersebut, pihak kepolisian bersama Satpol PP dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor melakukan razia di beberapa titik di Kota Bogor pada Sabtu (23/11/2024). Razia tersebut dilakukan untuk menertibkan pengamen dan pengemis jalanan yang dianggap mengganggu ketertiban umum. Hasilnya, sebanyak 20 pengamen dan pengemis diamankan di sekitar beberapa lokasi strategis seperti Tugu Kujang, Cidangiang, Terminal Baranangsiang, dan Simpang Sukasari.
Dari jumlah tersebut, 13 orang di antaranya dinyatakan positif narkotika setelah menjalani tes urine. Mereka selanjutnya akan diproses lebih lanjut oleh Satuan Narkoba Polresta Bogor Kota.
Pihak kepolisian bersama Satpol PP dan Dinsos menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Bogor. Dengan adanya razia ini, diharapkan Kota Bogor tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi warga dan wisatawan. Pihak berwenang juga berjanji akan terus melakukan upaya preventif untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.(dhil)










