
SERBIA, koranindopos – Ketegangan antara Ukraina dan Rusia meningkat. Kondisi itu memaksa Presiden Aleksandar Vucic mempersiapkan stok kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah memesan masing-masing 30 juta kilogram garam dan satu juta kilogram kacang polong dan buncis.
Serbia juga disebut telah memesan 30 juta kilogram tepung dan susu bubuk. Vucic menyebut hal itu perlu dilakukan karena ketegangan yang terjadi yang terjadi antara Rusia dan Ukraina selama beberapa minggu terakhir.” Pada saat seluruh dunia secara histeris mengharapkan sesuatu terjadi antara Rusia dan Ukraina. Anda tidak bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa,” kata Presiden Aleksandar Vucic mengutip CNN Minggu (13/2).
Meski telah menyetok bahan makanan, Vucic menyebut pihaknya belum mengamankan pasokan bahan bakar. Ketegangan Rusia-Ukraina selama berminggu-minggu, di mana Rusia telah mengepung Ukraina dengan lebih dari 100 ribu tentara. Jumlah pasukan Rusia disebut terus meningkat ketika Kremlin meluncurkan latihan angkatan laut terbesarnya dalam beberapa tahun di Laut Hitam.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Rusia telah mengumpulkan banyak pasukan di perbatasan Ukraina. Pernyataan itu ia sampaikan terkait gambar satelit komersial yang diterbitkan oleh perusahaan swasta AS. Gambar itu menunjukkan Rusia menempatkan militer mereka di beberapa lokasi dekat Ukraina. Dengan kondisi itu, mereka bisa menginvasi Ukraina kapan saja. (cnni/mmr)









