koranindopos.com – JAKARTA. Robohnya tribun utara Jakarta International Stadium (JIS) di tengah kegiatan peresmian pada Minggu (24/5) mendapat banyak sorotan. Mulai dari masyarakat hingga DPRD DKI. Salah satunya, anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak.
Gilbert menuturkan, robohnya pagar tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, biaya yang digelontorkan untuk mendirikan bangunan itu cukup fantastis. Yakni, mencapai Rp 4,5 triliun. Belum lagi, lanjut dia, untuk merampungkan pembangunan JIS, Pemprov DKI harus mendapatkan pinjaman dana 80 persen dari angka tersebut. Memang, pandemi Covid-19 membuat proyek dalam APBD DKI itu terkoreksi sehingga Pemprov DKI mengajukan pinjaman kepada Kementerian Keuangan melalui anak usahanya, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pencairan dana pinjaman itu dilakukan sebanyak dua kali, 2020 dan 2021.
”Biaya yang dikeluarkan untuk JIS itu sekitar Rp 4,5 triliun. Tentunya, siapa pun tidak ingin kualitas JIS abal-abal. Baru sedikit gangguan, sudah rusak. Diperlukan audit atau pemeriksaan menyeluruh sebelum serah terima dari pemborong proyek. Sebaiknya jangan terlalu sesumbar mengucapkan mahakarya karena pagarnya saja roboh dengan sedikit gangguan. Lebih baik periksa total kualitas pengerjaan stadium,’’ terangnya.
Menurut Gilbert, robohnya pagar di tribun utara JIS perlu diteliti lebih lanjut. Sebab, kondisi itu menunjukkan kualitas bangunan tersebut. ”Penyebabnya perlu diteliti karena ini menyangkut kualitas bangunan. Alangkah malunya bila kondisi tersebut terjadi saat perhelatan internasional,’’ ujarnya. Selain itu, dia menyayangkan JIS selama ini sering digunakan bukan untuk kegiatan olahraga.
Terkait robohnya pagar tribun utara JIS, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menuturkan, insiden itu terjadi karena semangat para suporter. ’’Biasa lah punya stadion baru, lagi semangat. Nanti kami evaluasi apakah memang waktu dibangun itu masih kurang kuat atau bagaimana. Nanti kami lihat, ya. Atau memang kurang kuat pagarnya atau lagi semangat-semangatnya,’’ terangnya.
Selain kekuatan bangunan, dia menyebutkan akan mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan di JIS. Sebab, saat penyelenggaraan kemarin, ada beberapa lokasi yang penuh daripada lokasi lainnya. ”Ini jadi pembelajaran buat semua untuk menjaga dan merawat. Kapasitasnya juga akan kami atur. Kemarin memang full sekali itu di beberapa sektor. Akan kami atur agar tidak menumpuk di satu titik, agar bobotnya bisa kurang,’’ katanya.
Namun, dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahwa suporter harus lebih hebat dari bangunannya. ’’Kalau bangunannya berkelas international, ya suporternya harus berkelas international. Kalau JIS bangunannya hebat, suporternya juga harus lebih hebat. Bangunannya megah, suporternya harus lebih megah. Dengan cara apa, jadilah suporter yang teladan, yang bisa memberikan contoh yang baik, yang tertib, yang membuang sampah pada tempatnya, yang teratur, yang tidak mengejek. Itulah kelebihan Jakmania, luar biasa. Suporter yang kompak itu punya pengaruh besar dalam memberikan semangat kepada pemain. Hebat nggak tuh kita kemarin. Persija melawan Chonburi, bisa ditahan tiga (skor 3-3),’’ imbuhnya. (wyu/mmr)










