
JAKARTA, koranindopos.com – Tahapan produksi vaksin Merah Putih terus menorehkan kemajuan. Setelah mencatat hasil yang menggembirakan pada uji praklinis dan meraih sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) perdana untuk vaksin karya anak bangsa itu. Pencanangan uji klinis itu dilakukan di RSUD Dokter Sutomo, Surabaya, Selasa (9/2/2022).
‘’Vaksin Merah Putih ialah perwujudan dari kemajuan dan kemandirian bangsa. Industri vaksin ini sangat dibutuhkan, baik di saat ini maupun pada masa depan nanti,’’ujar Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Profesor Muhadjir Effendy, yang hadir di RSUD Dr Sutomo, Surabaya, mewakili pemerintah dalam seremoni peluncuran uji klinis tahap I ini.
Vaksin Merah Putih dikembangkan oleh peneliti dari Universitas Airlangga (UNAIR) yang bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia, industri farmasi yang berkedudukan di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Vaksin dengan platform inactivated virus ini dikembangkan menggunakan virus SARS COV-2 yang berasal dari pasien Covid-19 di Surabaya.
Dalam uji klinis tahap I ini, vaksin akan disuntikkan pada 90 relawan, dari usia 18 hingga 60 tahun. Pada uji klinis fase I ini, yang ditekankan adalah unsur keamanan dan keselamatannya. Para relawan akan dipantau kondisi kesehatannya, untuk mempelajari efek samping yang diakibatkannya. Bila tak ditemukan efek samping yang membahayakan, maka uji klinis tahap II akan dimulai pada Maret 2020.
Di kesempatan terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk jangka pendek ada opsi untuk menggunakan vaksin Merah Putih untuk booster. Kemenkes mendorong agar vaksin Merah Putih juga dapat diberikan bagi anak-anak mulai usia tiga tahun. Opsi lainnya ialah untuk donasi ke sejumlah negara yang masih membutuhkan vaksin. Khususnya di beberapa Afrika yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang mengkhawatirkan faktor kehalalan vaksin.
‘’Presiden setuju sebagian vaksin Merah Putih itu untuk donasi. Banyak negara yang membutuhkan, terutama di Afrika, karena beberapa vaksin seperti Astrazaneca dan Moderna membutuhkan mata rantai dingin, semoga vaksin Merah Putih bisa membantu. Jadi selain dipakai lokal, vaksin Merah Putih juga akan dipakai utuk internasional,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin. (dni)









