koranindopos.com – Jakarta. Wabah virus Nipah (Nipah virus/NiV) yang kembali muncul di India belakangan ini memicu kekhawatiran global. Pemerintah India melaporkan adanya dua kasus terkonfirmasi infeksi virus Nipah di Negara Bagian Benggala Barat kepada World Health Organization (WHO).
Laporan tersebut disampaikan pada 26 Januari 2026 melalui International Health Regulations National Focal Point (IHR NFP). Informasi ini diungkap WHO dalam pembaruan situasi kesehatan global yang dikutip detik.com dari laporan resmi (WHO)
“Pemeriksaan laboratorium awal mengindikasikan infeksi virus Nipah, dengan konfirmasi resmi dilakukan oleh National Institute of Virology di Pune,” tulis WHO dalam keterangannya.
WHO menjelaskan bahwa konfirmasi laboratorium terhadap kedua kasus telah dilakukan sejak 13 Januari 2026. Pemeriksaan menggunakan metode Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) memastikan kedua pasien positif terinfeksi virus Nipah.
Adapun dua kasus tersebut merupakan tenaga kesehatan, yakni seorang perawat perempuan dan seorang perawat laki-laki. Keduanya berusia antara 20 hingga 30 tahun dan berasal dari wilayah Barasat, Distrik North 24 Parganas, Benggala Barat.
Menurut laporan WHO, kedua pasien mulai mengalami gejala khas infeksi virus Nipah yang berat pada akhir Desember 2025. Kondisi mereka kemudian memburuk sehingga harus dirawat di rumah sakit pada awal Januari 2026.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta memiliki potensi penularan antarmanusia. Infeksi ini dikenal berbahaya karena dapat menyebabkan ensefalitis akut dan gangguan pernapasan, dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi.
WHO menyatakan terus bekerja sama dengan otoritas kesehatan India untuk melakukan penelusuran kontak, penguatan surveilans, serta penerapan langkah-langkah pencegahan guna menekan risiko penyebaran lebih lanjut.
Munculnya kembali kasus virus Nipah ini menjadi peringatan bagi dunia internasional tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi wabah penyakit menular berisiko tinggi.(dtk/afy)










