Selasa, 26 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Wacana Libur Sekolah Sebulan Selama Ramadan Menuai Pro dan Kontra

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
2 Januari 2025
in Nasional
A A
0
ramadhan
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Wacana penerapan libur sekolah sebulan penuh selama bulan Ramadan tengah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Wacana ini menuai berbagai tanggapan dari berbagai kalangan, baik yang mendukung maupun yang menentangnya.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pondok pesantren telah menerapkan libur selama Ramadan, namun untuk sekolah-sekolah negeri dan swasta, kebijakan tersebut masih dalam pembahasan. Nasaruddin menyebutkan bahwa Kementerian Agama masih mengkaji wacana tersebut dan belum ada keputusan final yang diumumkan.

“Ya, sebetulnya sudah warga Kementerian Agama, khususnya di pondok pesantren, itu libur. Tetapi sekolah-sekolah yang lain juga masih sedang kita wacanakan, tetapi ya nanti tunggulah penyampaian-penyampaian,” ujar Nasaruddin kepada wartawan di Monas, Jakarta, Senin (31/12/2024) malam.

Beberapa pihak mendukung ide libur sekolah selama sebulan penuh pada bulan Ramadan. Mereka berpendapat bahwa waktu libur tersebut dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih fokus menjalankan ibadah puasa dan beribadah di bulan yang penuh berkah ini. Selain itu, waktu libur yang lebih panjang juga dinilai dapat mengurangi potensi kelelahan fisik siswa yang dapat terganggu oleh jam pelajaran yang panjang saat berpuasa.

Artikel Terkait

Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI

Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana

Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

Dukungan juga datang dari orangtua siswa yang merasa bahwa libur selama Ramadan akan memudahkan mereka dalam mendampingi anak-anak yang sedang menjalankan ibadah puasa, terutama untuk keluarga yang memiliki jadwal kegiatan berbuka dan sahur bersama.

Namun, wacana ini juga mendapat penolakan dari beberapa pihak, terutama dari kalangan pendidik dan pihak yang melihat dampak negatif dari pemberlakuan libur panjang. Mereka khawatir bahwa libur sekolah yang terlalu panjang dapat mengganggu proses pembelajaran dan mempengaruhi pencapaian akademik siswa.

Beberapa pihak juga khawatir bahwa libur yang lama dapat menyebabkan siswa kehilangan kesempatan untuk melaksanakan ujian atau menuntaskan materi yang belum dipelajari, mengingat tahun ajaran yang padat dan batas waktu ujian yang harus dipenuhi.

Selain itu, ada juga pihak yang mempertanyakan efektivitas libur sebulan dalam meningkatkan kualitas ibadah siswa. Sebagian merasa bahwa kegiatan belajar-mengajar bisa tetap dilakukan meski dengan pengaturan waktu yang lebih fleksibel, sehingga siswa tetap bisa fokus pada ibadah tanpa mengorbankan proses pembelajaran.

Meskipun wacana ini masih menjadi perbincangan, keputusan mengenai penerapan libur sekolah sebulan penuh selama Ramadan masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Banyak pihak yang berharap bahwa keputusan yang diambil dapat mempertimbangkan semua aspek, baik dari sisi pendidikan maupun kebutuhan ibadah para siswa.

Pemerintah diharapkan dapat menemukan solusi yang tepat agar kebijakan tersebut tidak mengganggu kualitas pendidikan, namun tetap memberikan kesempatan bagi siswa untuk menjalankan ibadah dengan baik selama bulan Ramadan.

Dengan berbagai pendapat yang muncul, keputusan yang diambil diharapkan dapat memperhatikan berbagai pertimbangan dari semua pihak terkait.(dhil)

Topik: ramadhan

TerkaitBerita

Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI
Nasional

Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI

oleh Editor : Doe
26 Mei 2026
Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana
Nasional

Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana

oleh Editor : Affandy
26 Mei 2026
Museum
Nasional

Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

oleh Editor : Hairul
26 Mei 2026
Haji
Nasional

Puncak Haji Dimulai, Jemaah Indonesia Bergerak Menuju Arafah

oleh Editor : Hairul
26 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI

Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI

26 Mei 2026
Bali United Bidik Profit Signifikan 2026 Lewat Pengembangan Sportainment

Bali United Bidik Profit Signifikan 2026 Lewat Pengembangan Sportainment

26 Mei 2026
Gala Premiere Badut Gendong Digelar Meriah, Horor Baru Semesta Qodrat Siap Teror Bioskop Indonesia

Gala Premiere Badut Gendong Digelar Meriah, Horor Baru Semesta Qodrat Siap Teror Bioskop Indonesia

26 Mei 2026
Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

26 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3253 shares
    Share 1301 Tweet 813
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Pledoi Calvin Cahya: Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Dakwaan dan Minta Pembebasan Total

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arab Saudi Bertambah

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya