GAMBIR, koranindopos.com–Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal kisruh surat Anies Baswedan yang ditujukan kepada founder Bloomberg Philanthropies Michael R. Bloomberg yang berisi permintaan dana.
Riza menegaskan bahwa maksud surat tersebut bukan permintaan dana, melainkan penyampaian kegelisahan gubernur atas tingginya angka pengonsumsi rokok di Jakarta. ’’Iya, memang ada surat yang dikirimkan Pak Anies ke Bloomberg. Memang begini isi suratnya dan tidak ada permintaan dana,’’ katanya.
Berangkat dari kegundahan soal konsumsi rokok di Jakarta, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu berharap dapat mewujudkan Jakarta sebagai kota yang sehat. Salah satunya, membatasi konsumsi rokok demi kesehatan jangka panjang warganya. ’’Merokok itu kan tidak sehat. Pada prinsipnya, Pemprov DKI terus berupaya menekan jumlah perokok, utamanya bagi anak-anak,’’ sambungnya.
Riza menambahkan, banyak dampak penyakit yang disebabkan rokok. Karena itu, dia meminta warga Jakarta menghindari konsumsi rokok dan menjalani hidup sehat. ’’Kami minta warga Jakarta hidup sehat dan menghindari konsumsi yang mengakibatkan kesehatan menurun,’’ terangnya.
Dalam surat yang ramai dibicarakan netizen di media sosial itu, Anies menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi DKI untuk melanjutkan kemitraan kota sehat bersama 54 anggota lainnya dan meningkatkan kawasan tanpa rokok yang saat ini 32 persen menjadi 90 persen.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta itu juga mengucapkan selamat kepada Bloomberg atas pengangkatannya kembali sebagai WHO Global Ambassador for Noncommunicable Disease and Injuries.
Poin penting lain yang disampaikan Anies dalam surat tersebut adalah komitmen Pemprov DKI untuk mencegah dan melindungi masyarakat dari dampak buruk konsumsi produk tembakau. Sebab, WHO menempatkan Indonesia dengan jumlah perokok terbanyak ketiga di dunia. Ada sekitar 3 juta perokok aktif di Jakarta dan jumlah itu terus meningkat 1 persen setiap hari.
’’DKI akan melarang iklan tembakau dan rokok di dalam dan luar ruangan di tempat penjualan. Pemprov DKI segera menyelesaikan kerangka hukum larangan tersebut,’’ tulis Anies dalam suratnya.
Surat yang ditandatangani Anies pada Juli 2019 tersebut menjadi ramai di Twitter. Netizen beranggapan bahwa surat itu dimaksudkan untuk meminta jatah kampanye antirokok dan disangkutpautkan dengan Pemilu 2024. (fri/brg)










