koranindopos.com – Jakarta. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo (Tiko), baru-baru ini mengungkapkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan pemerintah pada tahun 2025. Dalam kesempatan ini, Tiko menyebutkan empat program utama yang akan menjadi fokus percepatan dalam periode satu tahun mendatang.
Keempat program prioritas yang dimaksud adalah swasembada pangan, perumahan rakyat, pengentasan kemiskinan, serta hilirisasi dan transisi energi. Menurut Tiko, program-program ini akan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan ekonomi yang lebih merata di seluruh Indonesia.
Salah satu program utama yang akan dipercepat adalah swasembada pangan. Tiko menekankan bahwa pentingnya ketahanan pangan bagi negara adalah hal yang tidak bisa ditunda. Dengan swasembada pangan, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kestabilan harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.
Selanjutnya, perumahan rakyat menjadi fokus lain yang akan dipercepat oleh pemerintah. Dalam program ini, pemerintah akan mendorong pembangunan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat, khususnya bagi kalangan berpendapatan rendah. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat memiliki akses terhadap tempat tinggal yang layak dan terjangkau. Program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor konstruksi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu program prioritas yang sangat penting dalam agenda pemerintahan mendatang. Pemerintah akan terus berupaya untuk mengurangi angka kemiskinan, melalui berbagai kebijakan yang dapat mempercepat pemerataan pendapatan dan distribusi kesejahteraan sosial. Dengan fokus pada pengentasan kemiskinan, diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang kurang mampu dan mengurangi kesenjangan sosial yang ada di Indonesia.
Hilirisasi dan Transisi Energi: Meningkatkan Nilai Tambah Sumber Daya Alam
Program terakhir yang akan dipercepat adalah hilirisasi dan transisi energi. Pemerintah berencana untuk mempercepat hilirisasi sektor sumber daya alam, sehingga produk-produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan dapat mendukung daya saing ekonomi Indonesia di pasar global. Selain itu, transisi energi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan juga akan menjadi fokus utama, mengingat pentingnya peran energi terbarukan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Tiko menjelaskan bahwa dalam dua bulan terakhir, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto terus mendorong percepatan sejumlah program tersebut. Tiko menyatakan bahwa 2025 akan menjadi tahun yang penting untuk fokus pada empat program ini, dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Dalam dua bulan terakhir, Pemerintah Prabowo mendorong terus percepatan dalam beberapa program. Memang ada 4 area yang akan kita dorong cepat di periode setahun ke depan. Yang pertama terkait swasembada pangan, kedua perumahan rakyat, kemudian terkait pengentasan kemiskinan, kemudian terkait hilirisasi dan transisi energi,” ujar Tiko dalam acara Rapimnas Kadin 2024 yang berlangsung di Hotel Mulia Jakarta pada hari Minggu, 1 Desember 2024.
Keempat program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mendorong percepatan program-program ini agar bisa memberikan manfaat maksimal bagi rakyat Indonesia.(dhil)









