koranindopos.com – Jakarta, Produsen mobil listrik asal Tiongkok, XPENG, resmi mengumumkan masuknya ke pasar Indonesia dengan rencana pembangunan pabrik dan produksi lokal kendaraan listrik (EV) pada paruh kedua tahun 2025. Langkah ini menjadi tonggak penting sebagai fasilitas manufaktur pertama XPENG di luar negeri, sekaligus mempertegas ambisi global perusahaan dalam industri mobil listrik.
Pengumuman ini disampaikan dalam acara XPENG Global Brand Night 2025 yang digelar di Terminal Kapal Pesiar Kai Tak, Hong Kong, Selasa (15/4). Chairman dan CEO XPENG, He Xiaopeng, menyebut Hong Kong sebagai simbol kelahiran merek global perusahaan tersebut.
“Berdiri di Hong Kong, kami menatap dunia,” kata He Xiaopeng, menandai peluncuran internasional XPENG.
Sebagai langkah awal ekspansi, XPENG telah membuka pre-order untuk dua model andalan mereka di Indonesia: SUV G6 dan MPV X9. Kedua model akan hadir dalam versi kemudi kanan (right-hand drive) yang dijadwalkan meluncur sebelum akhir 2025.
Untuk mendukung penjualan dan layanan purnajual, XPENG menggandeng Eral, anak usaha Erajaya Active Lifestyle, sebagai mitra dealer resmi di Indonesia.
“Indonesia adalah pasar kunci kami. Kami ingin membawa teknologi tinggi untuk semua orang, dan memproduksi lebih banyak kendaraan di masa depan,” ujar Wang Tan, Co-founder sekaligus General Manager XPENG Design Center, dalam peluncuran di Hong Kong.
Indonesia dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar dalam sektor mobil listrik. Penjualan kendaraan energi baru (NEV) di Indonesia meningkat 150% secara tahunan hingga menembus 43.000 unit pada 2024. Pemerintah juga menargetkan produksi 400.000 unit EV pada 2025 dan 1 juta unit pada 2035.
Profesor Chen Qing Quan dari Hong Kong University, yang dikenal sebagai “Father of Electric Vehicles in Asia”, mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik berkemudi kanan (RHD).
“Indonesia sebelumnya penghasil kendaraan bensin. Tapi kini saatnya belajar dari China untuk menjadi negara produsen kendaraan listrik,” tegas Chen.
XPENG saat ini telah hadir di lebih dari 30 negara dan menargetkan ekspansi ke lebih dari 60 negara dan wilayah pada 2025. Perusahaan juga menetapkan target jangka panjang: 50% penjualannya berasal dari luar negeri dalam 10 tahun ke depan.
Langkah masuk ke Indonesia menjadi bagian dari strategi menyeluruh XPENG untuk memperkuat kehadiran global melalui pembangunan fasilitas produksi, kemitraan lokal, dan adaptasi produk sesuai kebutuhan pasar, seperti kendaraan kemudi kanan. (dil)










