Koranindopos.com, Jakarta – Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) kembali digulirkan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. PT Djarum dan Polytron pada tahap kedua tahun 2025 ini melakukan pembangunan ulang dan perbaikan terhadap 130 unit rumah. Dana yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp7,5 miliar, dengan besaran Rp58 juta hingga Rp60 juta per rumah.
Ratusan rumah yang mendapatkan bantuan tersebar di sembilan kecamatan. Beberapa di antaranya berada di Dawe dengan 21 unit, Undaan sebanyak 26 unit, dan Gebog 18 unit. Bantuan juga menjangkau warga di Bae, Kota, Kaliwungu, Jekulo, Jati, dan Mejobo. Program ini menjadi kelanjutan dari tahap awal pada April 2025 yang telah meresmikan 92 rumah.
Kebahagiaan dirasakan langsung oleh penerima manfaat, Misbahussurur dari Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog. Ia menceritakan kondisi rumahnya sebelum dibangun ulang sangat rawan ambruk dan tidak memiliki kamar mandi layak.
“Rumah saya dulu kurang kokoh, kalau kena angin itu goyang-goyang, atap juga pada bocor. Dulu kamar mandi roboh, kena angin. Sekarang Alhamdulillah sudah ada kamar mandi dan wc. Perasaan saya setelah rumah sudah jadi yang pasti bahagia. Terima kasih untuk PT Djarum dan Polytron,” ucapnya penuh syukur.

Penyerahan rumah secara simbolis digelar pada Selasa (30/9) di Pendopo Kabupaten Kudus. Acara dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, Forkopimda Kudus, serta perwakilan manajemen PT Djarum dan Polytron. Suasana penuh haru menyelimuti jalannya seremoni, terutama ketika kunci rumah diserahkan langsung kepada penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani Intakoris menilai program RSLH sangat membantu dalam menurunkan angka kemiskinan. Ia menyebut rumah yang aman dan sehat merupakan modal penting untuk meningkatkan semangat hidup warga.
“Kami berterima kasih atas kepedulian PT Djarum dan Polytron untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Kudus. Melalui program RSLH ini, kami harap penerima bantuan dapat lebih produktif dan termotivasi untuk hidup lebih baik,” ujarnya.
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, mengungkapkan bahwa pembangunan 222 rumah dari tahap pertama dan kedua masih bagian dari target 300 unit sepanjang tahun 2025. Sebanyak 78 rumah sisanya ditargetkan selesai pada Desember. “Ini persembahan untuk masyarakat Kudus karena selama ini telah bersinergi bersama membangun Kota Kretek. Keberhasilan ini berkat dukungan dari Bappeda dan Dinas PKPLH sehingga berjalan lancar,” jelas Budiharto.
Menurut Budiharto, ada perbedaan mencolok dari desain rumah kali ini. Jika sebelumnya rumah berukuran 30 meter persegi, kini bertambah menjadi 33,5 meter persegi. Penempatan kamar mandi juga dipindah ke bagian belakang rumah. “Kalau penghuni lebih dari lima orang, ukuran menjadi 41 meter persegi dengan tiga kamar. Kami ingin menciptakan hunian yang aman, nyaman, dan sehat,” tegasnya.
Direktur Finance Polytron, Guido One Tuwan, menyampaikan bahwa program RSLH ini sekaligus menjadi ungkapan syukur perusahaan yang berusia 50 tahun pada September 2025. “Polytron tepat berusia 50 tahun pada 18 September 2025. Kami harap peresmian RSLH ini menjadi kado dari perusahaan bagi masyarakat sekitar yang telah bersinergi dengan baik selama bertahun-tahun,” tuturnya.
Bagi PT Djarum, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen jangka panjang. Sejak dimulai pada 2022, perusahaan telah merehabilitasi lebih dari 620 rumah di berbagai kabupaten di Jawa Tengah, termasuk Kudus, Demak, Grobogan, hingga Banjarnegara. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong pemerataan kesejahteraan.
RSLH menjadi bukti bahwa dukungan perusahaan lokal mampu membawa perubahan besar. Dengan rumah yang layak, warga tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik. (Brg/Hend)










