Selasa, 11 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Infrastruktur

42 Bendungan dan 2049 Km Tol Berhasil Dibangun di Era Jokowi

Editor : Anggoro oleh Editor : Anggoro
6 Mei 2024
in Infrastruktur
A A
0
42 Bendungan dan 2049 Km Tol Berhasil Dibangun di Era Jokowi

Presiden RI Joko Widodo

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Dua periode sudah Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Presiden. Banyak pembangunan yang sudah dibangun dieranya seperti 42 bendungan dan tol seluas 2049 km.

“Kita telah membangun bendungan 42 bendungan selama 10 tahun, Insya Allah akan selesai mungkin 60-an tahun ini. Kalau meleset dikit ya 54 bendungan. Karena yang lain dikebut pasti akan selesai,” tukas Presiden Jokowi saat seremoni Musrenbangnas 2024 yang diadakan oleh Kementerian PPN/Bappenas di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2024).

Ia juga mengatakan pemerintah sudah membangun jalan tol 2.049 km selama 10 tahun terakhir, dan jalan nasional 5.833 km, pelabuhan baru 25 unit, airport baru 25 bandara. Namun, ia mengatakan jumlah ini masih tidak cukup, sehingga masih harus ditambah lagi.

“Kalau jalan tol sudah dibangun, bappeda mestinya melihat disambung ke mana, ini kan utama poros utamanya, sambungkan ke wilayah pariwisata, perkebunan, pertanian yang produktif, sentra kerajinan. Itu yang harusnya dikerjakan daerah. Kalau nggak sanggup sampaikan ke pusat,” kata Jokowi.

Artikel Terkait

Penertiban 65 Bangunan Liar di Saluran Sasak Sekunder Cogreg, Pemkab Bogor Normalisasi Aliran Air untuk Cegah Banjir

Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 

Penanaman Padi PS 08 di Carita Didorong Jadi Model Penguatan Pangan Daerah

Jokowi juga mengatakan, saat ini Indonesia dihadapkan pada situasi yang tidak mudah serta tantangan yang tidak gampang.

“Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya tumbuh 3,2 persen, serta dampak runtutan dari COVID-19 juga masih terasa sampai sekarang,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo menerangkan, diketahui bahwa beberapa negara telah masuk pada resesi, misalnya Jepang, Inggris dan beberapa negara Eropa berada pada posisi menuju pada resesi.

Oleh sebab itu terangnya, kehati-hatian dalam mengelola fiskal, mengelola anggaran, betul-betul harus hati-hati.

Sehingga jangan sampai ada uang serupiah pun meleset dari rencana yang sudah dibuat dan skala prioritas juga harus diperhatikan.

“Karena sekarang semua negara takut dan sangat ketakutan terhadap beberapa hal, yang pertama harga minyak, yang kedua bunga pinjaman semua pada takut masalah itu. Karena begitu bunga pinjaman naik sedikit saja, beban terhadap fiskal itu akan sangat-sangat besar,” lanjutnya.

“Sekali lagi kita harus hati-hati dalam mengelola setiap rupiah anggaran yang kita miliki,” tambah dia.

Jokowi mengungkapkan, pemerintah Indonesia telah memiliki Rencana Pembangunan Jangka Panjang, bahkan juga sudah memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan masuk ke tahunan masing-masing daerah juga telah memiliki RKP.

Karenanya, dia meminta agar rencana kerja tersebut atau rencana besar yang telah disusun oleh pemerintah ini harus sinkron.

“Oleh sebab itu sinkronisasi itu menjadi kunci. Saya berikan contoh, pemerintah pusat membangun bendungan, bangun lagi irigasi primernya, tapi irigasi sekunder irigasi tersier sampai ke sawah tidak dikerjakan, airnya tidak akan sampai ke sawah-sawah yang kita miliki. Ini yang namanya tidak sinkron, tidak seirama,” tutupnya. (haris)

Topik: BappenasBendunganJalan TolJokowi

TerkaitBerita

Penertiban 65 Bangunan Liar di Saluran Sasak Sekunder Cogreg, Pemkab Bogor Normalisasi Aliran Air untuk Cegah Banjir
Infrastruktur

Penertiban 65 Bangunan Liar di Saluran Sasak Sekunder Cogreg, Pemkab Bogor Normalisasi Aliran Air untuk Cegah Banjir

oleh Editor : Doe
14 Juli 2026
Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 
Infrastruktur

Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 

oleh Editor : Anggoro
18 Juni 2026
Penanaman Padi PS 08 di Carita Didorong Jadi Model Penguatan Pangan Daerah
Ekonomi

Penanaman Padi PS 08 di Carita Didorong Jadi Model Penguatan Pangan Daerah

oleh Editor : Akula
26 April 2026
Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Selama Mudik Lebaran 2026
Infrastruktur

Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Selama Mudik Lebaran 2026

oleh Editor : Doe
2 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

KATA SEPAKAT: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. (Foto Ilustrasi: Twitter/@IsraeliPM)

Senator AS Sebut Trump Telah Kalah Dalam Perang Iran

11 Agustus 2026
HASIL MENGECEWAKAN: Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez. (Foto: (c) Ducati Corse)

Hasil MotoGP Inggris Menjadi Pukulan Berat Bagi Marc Marquez

11 Agustus 2026
LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan Dana Bergulir ke Koperasi Sektor Riil dengan Proses Transparan dan Akuntabel

LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan Dana Bergulir ke Koperasi Sektor Riil dengan Proses Transparan dan Akuntabel

10 Agustus 2026
JBL Perbarui Sound Curve Tour ONE M3, Hadirkan Audio Lebih Natural dan Antarmuka Lebih Intuitif

JBL Perbarui Sound Curve Tour ONE M3, Hadirkan Audio Lebih Natural dan Antarmuka Lebih Intuitif

10 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4289 shares
    Share 1716 Tweet 1072
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    681 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat Hari Ini, 784 Personel Gabungan Disiagakan

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya