Koranindopos.com, JAKARTA – Pempek, siapa yang tidak kenal. Makanan olahan dari ikan dengan kuah hitam yang disebut cuko itu berasal dari Palembang. Cita rasanya yang lezat membuat makanan satu ini masuk ke semua kalangan. Itu juga yang membuat segmen pasarnya merambah luas ke pelosok nusantara, bahkan mancanegara.
Bicara brand, ada sejumlah merek lokal yang sudah akrab di telinga. Misalnya Pempek Candy di Tanjung Api-Api, Palembang. Usaha rumahan ini dirintis oleh tiga bersaudara, yakni Koh Agong, Sukartina, dan Sukartini. Pempek tersebut mulai dipasarkan pada 1990. Omzet mereka mencapai miliaran rupiah per bulan.
Lalu ada Pempek Nabil milik Widyawati yang hingga kini telah memiliki ratusan reseller. Bahkan, mereka telah membuka satu restoran yang khusus menjual aneka makanan dari bumi Sriwijaya itu.
Lalu ada Pempek92. Owner-nya adalah Danti. Dia mengaku usahanya itu berawal dari meja makan rumahnya. ”Awalnya sih cuma buat keluarga saja. Terus ada yang usul buat dijual aja sekalian, ya aku coba aja dulu. Ternyata pasarnya Alhamdulillah terus berkembang,” kata Danti pada Selasa (22/7/2025).
Danti menjelaskan bahwa usaha pempeknya itu sudah mendapat sertifikat halal MUI. Danti mengaku, dengan kemajuan teknologi informasi saat ini membuat dia lebih mudah untuk memperoleh bahan baku, promosi, dan menerima orderan, bahkan dari luar negeri. ”Dari awal banget saya selalu menggunakan ikan tenggiri, soalnya tekstur pempeknya jadi lebih enak. Beda kalo pake ikan lain. Alhamdulillah-nya saat ini terbantu dengan teknologi. Jadi lebih mudah buat cari bahan baku, saya jadi tidak perlu nyari ke pasar. Tinggal order online, belanjaan datang deh,” ungkap Danti, tersenyum. (rls/ris/mmr)










