koranindopos.com – Jakarta. Peristiwa tragis menimpa seorang bayi berusia tiga bulan di Gianyar, Bali. Bayi tersebut diduga mengalami overdosis obat usai menjalani perawatan di RSUD Sanjiwani Gianyar. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah ayah korban, berinisial EW, mengunggah keluhannya di media sosial.
Unggahan EW sempat viral di Facebook sebelum akhirnya dihapus. Namun, sejumlah akun lain telah mengunggah ulang isi keluhan tersebut, sehingga kronologi kejadian tetap bisa dilacak. Dalam unggahan itu, EW menceritakan bahwa putrinya menjalani perawatan medis di RSUD Sanjiwani, namun kondisinya justru memburuk dan berujung pada kematian pada Rabu (6/8/2025).
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, bayi tersebut awalnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. EW menduga, anaknya menerima dosis obat yang tidak sesuai, sehingga menyebabkan overdosis. Meski sempat mendapatkan penanganan lebih lanjut, nyawa sang bayi tidak dapat diselamatkan.
Kasus ini memicu gelombang simpati sekaligus kemarahan dari warganet. Banyak yang menuntut adanya transparansi dan investigasi mendalam terkait dugaan malpraktik tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Sanjiwani Gianyar belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi dan hasil pemeriksaan medis yang sebenarnya. Aparat kepolisian pun disebut mulai mengumpulkan informasi untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa ini.
Pantauan detikBali, unggahan asli EW memang sudah tidak ada di Facebook. Namun, beberapa akun media sosial telah mengabadikan tangkapan layar dan membagikan ulang isi keluhan tersebut. Tagar dan perbincangan soal “Bayi 3 Bulan Gianyar” pun ramai dibicarakan warganet, menuntut kejelasan dari pihak rumah sakit.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya prosedur medis yang ketat, kehati-hatian dalam pemberian obat, serta keterbukaan informasi kepada keluarga pasien. Publik kini menantikan hasil investigasi resmi untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian tragis ini.(dhil)










