Sabtu, 27 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Indonesia Bisa Naik Kelas, Hashim Soroti SDM dan Sistem Pajak yang Masih Lemah

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
16 Desember 2025
in Nasional
A A
0
Hashim Djojohadikusumo

Hashim Djojohadikusumo

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta.  Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk naik kelas dan menjadi negara maju. Namun, momentum hilirisasi sumber daya alam harus dimanfaatkan secara tepat dan diiringi dengan pembenahan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta sistem penerimaan negara. Tanpa langkah tersebut, kekayaan alam Indonesia dikhawatirkan habis tanpa meninggalkan fondasi ekonomi yang kokoh bagi generasi mendatang.

Pandangan tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, dalam peluncuran buku Indonesia Naik Kelas karya Wakil Direktur Utama MIND ID, Dani Amrul Ichdan. Dalam kesempatan itu, Hashim menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku yang mengangkat pentingnya hilirisasi sebagai strategi peningkatan nilai tambah ekonomi nasional.

Menurut Hashim, tema hilirisasi yang diangkat dalam buku tersebut sangat relevan dengan tantangan struktural yang saat ini dihadapi Indonesia. Ia menilai hilirisasi sumber daya alam—mulai dari mineral, sektor pertanian, hingga kekayaan laut seperti rumput laut dan padang lamun—merupakan langkah penting untuk memaksimalkan potensi ekonomi nasional.

Namun demikian, Hashim menegaskan bahwa hilirisasi tidak boleh berdiri sendiri tanpa diikuti pembangunan kualitas manusia. Menurutnya, peningkatan nilai tambah sumber daya alam harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas SDM Indonesia.

Artikel Terkait

Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

Tingkatkan Kepercayaan Muzaki, BMH Yogyakarta Berkomitmen Jaga Integritas Pengelolaan Dana

“Hilirisasi itu intinya menambah nilai tambah. Tapi selain sumber daya alam, ada sumber daya manusia, dan terus terang kualitas SDM kita masih tertinggal jauh,” ujar Hashim.

Ia menyoroti capaian Indonesia dalam berbagai peringkat pendidikan internasional, termasuk Programme for International Student Assessment (PISA), yang masih berada di posisi bawah. Kondisi ini dinilai menjadi indikator bahwa investasi besar di sektor pendidikan dan riset belum sepenuhnya efektif, meskipun alokasi anggaran pendidikan telah mencapai 20 persen dari APBN.

Hashim juga menyinggung rendahnya belanja riset dan pengembangan Indonesia yang masih sekitar 0,3 persen dari produk domestik bruto (PDB), jauh tertinggal dibandingkan negara-negara maju.

Dalam paparannya, Hashim membandingkan perjalanan ekonomi Indonesia dengan Korea Selatan. Berdasarkan data Bank Dunia, pada 1960 perekonomian Indonesia berada di atas Korea Selatan. Namun kini, pendapatan per kapita Indonesia hanya sekitar sepersepuluh dari negara tersebut.

“Korea Selatan hampir tidak punya sumber daya alam. Tapi manusianya unggul. Itu sebabnya mereka melompat jauh, sementara kita tertinggal,” katanya.

Selain kualitas SDM, Hashim juga menyoroti lemahnya sistem penerimaan negara. Ia menyebut rasio penerimaan pajak, royalti, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terhadap PDB Indonesia masih berada di kisaran 9–10 persen dan cenderung stagnan dalam satu dekade terakhir.

Padahal, menurutnya, peningkatan rasio penerimaan negara beberapa persen saja akan berdampak besar terhadap kekuatan fiskal nasional. “Enam persen kelihatannya kecil, tapi enam persen dari PDB itu sekitar Rp1.500 triliun. Dengan angka itu, Indonesia seharusnya tidak defisit, malah bisa surplus,” ujar Hashim.

Hashim juga mengungkapkan besarnya porsi ekonomi abu-abu atau aktivitas ekonomi yang tidak tercatat secara resmi. Berdasarkan estimasi Bank Dunia, sekitar 35 persen aktivitas ekonomi nasional masih berada di luar sistem formal akibat maraknya transaksi tunai tanpa pencatatan.

Untuk itu, ia menilai digitalisasi ekonomi dan sistem pembayaran menjadi langkah strategis guna menarik aktivitas ekonomi informal masuk ke dalam sistem resmi. Dengan perluasan basis pajak tersebut, penerimaan negara dapat ditingkatkan tanpa harus menaikkan tarif pajak.

Menurut Hashim, Indonesia sejatinya merupakan negara kaya dengan potensi ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan angka resmi yang tercatat saat ini. Jika tata kelola penerimaan negara, kualitas aparatur, dan sistem ekonomi nasional dapat dibenahi, Indonesia berpeluang menjadi negara dengan kondisi fiskal yang kuat dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Hashim menilai buku Indonesia Naik Kelas sebagai pengingat bahwa hilirisasi bukan sekadar proyek ekonomi jangka pendek, melainkan bagian dari upaya menyeluruh membangun fondasi bangsa.

“Hilirisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas manusia dan pembenahan sistem negara. Kalau itu dilakukan, Indonesia punya semua syarat untuk benar-benar naik kelas,” pungkasnya. (hai)

Topik: Hashim

TerkaitBerita

Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat
Nasional

Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat

oleh Editor : Affandy
27 Juni 2026
Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026
Nasional

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

oleh Editor : Anggoro
26 Juni 2026
BMH Yogyakarta
Nasional

Tingkatkan Kepercayaan Muzaki, BMH Yogyakarta Berkomitmen Jaga Integritas Pengelolaan Dana

oleh Editor : Hairul
26 Juni 2026
Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi
Pendidikan

Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi

oleh Editor : Anggoro
26 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

27 Juni 2026
Asa Baru Difabel Brebes: Mandiri dan Tembus Dunia Kerja Lewat Vokasi Menjahit Sepatu

Asa Baru Difabel Brebes: Mandiri dan Tembus Dunia Kerja Lewat Vokasi Menjahit Sepatu

27 Juni 2026
Main Film CLBK, Sintya Marisca Terpikat Sifat ‘Bapak-Bapak’ Khiva Iskak Saat Bangun Chemistry

Main Film CLBK, Sintya Marisca Terpikat Sifat ‘Bapak-Bapak’ Khiva Iskak Saat Bangun Chemistry

27 Juni 2026
Manjakan Nasabah, Bank Jakarta Sabet Tiga Penghargaan Customer Experience Terbaik 2026

Manjakan Nasabah, Bank Jakarta Sabet Tiga Penghargaan Customer Experience Terbaik 2026

27 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3595 shares
    Share 1438 Tweet 899
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya