Selasa, 2 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Internasional

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Apa Dampaknya bagi Perdagangan Minyak Dunia?

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
2 Maret 2026
in Internasional
A A
0
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Apa Dampaknya bagi Perdagangan Minyak Dunia?
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Situasi ini memicu ancaman dari Iran untuk menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.

Pada Sabtu (28/2), seorang pejabat Uni Eropa menyebut kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz telah menerima transmisi dari pasukan elit Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang menyatakan tidak ada kapal yang diizinkan melewati perairan tersebut. Meski demikian, pejabat tersebut menegaskan Iran belum secara resmi menutup selat tersebut.

Ancaman ini langsung memicu kekhawatiran global, mengingat posisi Selat Hormuz yang sangat vital dalam distribusi energi dunia.

Selat Hormuz adalah jalur perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Berdasarkan data dari Encyclopædia Britannica, selat ini memiliki panjang sekitar 990 kilometer dengan lebar yang bervariasi antara 55 hingga 340 kilometer.

Artikel Terkait

Iran Pertahankan Gencatan Senjata Dengan AS

Prabowo: Bahasa Prancis Pasti Berguna di Tengah Ketidakpastian Global

Gelombang Panas Ekstrem Ancam 3.400 Nyawa Penduduk di India

Secara geografis, Selat Hormuz terletak di antara wilayah Oman dan Iran. Posisinya yang strategis menjadikannya salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Selat Hormuz sering disebut sebagai “chokepoint” energi global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia diperkirakan melewati jalur ini setiap harinya. Negara-negara produsen minyak besar di kawasan Teluk Persia—seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, dan Iran—mengandalkan selat ini untuk mengekspor minyak mentah ke pasar Asia, Eropa, dan Amerika.

Jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, dampaknya bisa sangat luas, antara lain:

  • Lonjakan harga minyak dunia

  • Gangguan pasokan energi global

  • Ketidakstabilan pasar keuangan internasional

  • Ketegangan geopolitik yang semakin meningkat

Bahkan ancaman penutupan saja sudah cukup membuat pasar minyak bergejolak.

Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Iran mengenai penutupan total Selat Hormuz. Meski terdapat laporan mengenai transmisi peringatan kepada kapal-kapal yang melintas, aktivitas pelayaran internasional masih berlangsung.

Namun, ancaman ini tetap menjadi perhatian serius komunitas internasional. Negara-negara besar dan organisasi global terus memantau perkembangan situasi untuk mengantisipasi potensi krisis energi.

Ketegangan di sekitar Selat Hormuz bukanlah hal baru. Wilayah ini kerap menjadi titik panas konflik geopolitik, terutama karena kepentingan energi global yang sangat besar. Penutupan selat, meski hanya sementara, bisa menjadi tekanan politik sekaligus alat negosiasi dalam konflik internasional.

Bagi dunia, Selat Hormuz bukan sekadar jalur laut biasa, melainkan salah satu titik paling strategis dalam sistem perdagangan energi global.(dtk/dhil)

Topik: Iranselat hormuz

TerkaitBerita

GENCATAN SENJATA: Pengungsi perang di Lebanon Kembali ke pinggiran selatan Beirut pada Jumat (17/4/2026) seiring berlangsungnya gencatan senjata. (Foto: Reuters/Louisa Gouliamaki)
Internasional

Iran Pertahankan Gencatan Senjata Dengan AS

oleh Editor : Memoarto
2 Juni 2026
FORUM BILATERAL: Presiden Emmanuel Macron menyambut Presiden RI Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. (Foto: Dok./setneg.go.id)
Internasional

Prabowo: Bahasa Prancis Pasti Berguna di Tengah Ketidakpastian Global

oleh Editor : Memoarto
1 Juni 2026
HAWA PANAS: Warga berjalan di bawah alat penyiram air yang dipasang saat musim panas terik di Varanasi, India pada Senin (27/4/2026). (Foto: Niharika Kulikarni/AFP)
Internasional

Gelombang Panas Ekstrem Ancam 3.400 Nyawa Penduduk di India

oleh Editor : Memoarto
31 Mei 2026
INSIDEN TRAGIS: Para orang tua menanti kabar nasib anak mereka pasca kebakaran di asrama sekolah Utumishi Girls Academy di Kenya. (Foto : hubzmedia.africa)
Internasional

Kebakaran Asrama Sekolah Renggut 16 Nyawa

oleh Editor : Memoarto
28 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

2 Juni 2026
Menkes Prihatin atas Dugaan Riset Kedokteran Palsu, Soroti Pentingnya Integritas Akademik

Menkes Prihatin atas Dugaan Riset Kedokteran Palsu, Soroti Pentingnya Integritas Akademik

2 Juni 2026
Dolar AS Menguat ke Rp17.888, Rupiah Kembali Tertekan di Awal Perdagangan

Dolar AS Menguat ke Rp17.888, Rupiah Kembali Tertekan di Awal Perdagangan

2 Juni 2026
Inflasi Mei 2026 Capai 0,28 Persen, Kenaikan Harga Cabai dan Minyak Goreng Jadi Pemicu Utama

Inflasi Mei 2026 Capai 0,28 Persen, Kenaikan Harga Cabai dan Minyak Goreng Jadi Pemicu Utama

2 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3359 shares
    Share 1344 Tweet 840
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    390 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Neymar Resmi Perkuat Timnas Brasil

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Edukasi Komunitas Forex Bandung, Didimax Ingatkan Pentingnya Transaksi Mandiri Demi Keamanan Dana

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya