Jumat, 23 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Penyesuaian Program MBG: Dari Ambisi Besar Menuju Kebijakan Tepat Sasaran

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
16 April 2026
in Nasional
A A
0
Penyesuaian Program MBG: Dari Ambisi Besar Menuju Kebijakan Tepat Sasaran
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Keputusan Prabowo Subianto untuk menyesuaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lebih terfokus pada kelompok rawan stunting menandai adanya perubahan arah kebijakan yang signifikan. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mendengar masukan publik, tetapi juga mulai mengakui realitas tekanan fiskal yang muncul akibat dinamika global, termasuk krisis energi.

Pada tahap awal, MBG diproyeksikan sebagai program berskala besar dengan cakupan luas, menyasar seluruh siswa dan ibu hamil. Namun, pendekatan tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan, terutama karena dinilai tidak seimbang antara ambisi dan desain kebijakan. Program yang terlalu luas berisiko tidak tepat sasaran, tidak efisien, serta membebani anggaran negara dengan biaya birokrasi yang besar.

Penyesuaian yang kini dilakukan mencerminkan pergeseran menuju pendekatan yang lebih rasional. Dengan memfokuskan program pada kelompok rentan—seperti anak-anak dari keluarga miskin, ibu hamil berisiko, serta wilayah dengan prevalensi gizi buruk—pemerintah bergerak ke arah kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berpotensi memberikan dampak nyata.

Dalam konteks kebijakan publik, langkah ini juga mencerminkan pilihan strategis antara pendekatan universal dan targeted. Program universal memang memiliki daya tarik politik karena menciptakan rasa keadilan semu—semua mendapat manfaat. Namun, dalam praktiknya, pendekatan ini sering kali mahal dan tidak efisien, terutama bagi negara dengan keterbatasan fiskal seperti Indonesia.

Artikel Terkait

Pastikan Pengelolaan Dana Akuntabel, LPDB Koperasi Perkuat Sistem Keuangan

Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Kapal MT Global 108, 8 Orang Ditangkap

Bareskrim Polri Tangkap 4 Tersangka Pengelola Situs Judi Online Boxkia.com

Sebaliknya, pendekatan targeted memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih efektif. Dengan memprioritaskan kelompok yang paling membutuhkan, setiap rupiah anggaran memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan dampak yang signifikan. Dalam hal ini, fokus pada penurunan stunting menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Desain awal MBG juga mengandung risiko fiskal yang tidak kecil. Program berskala nasional dengan cakupan luas berpotensi menyerap anggaran besar secara berkelanjutan. Tanpa penajaman target, tambahan belanja justru berisiko menghasilkan manfaat yang semakin menurun. Dalam perspektif ekonomi publik, fenomena ini dikenal sebagai diminishing returns, di mana efektivitas tambahan belanja semakin berkurang jika tidak diarahkan secara tepat.

Dengan penyesuaian kebijakan ini, pemerintah meningkatkan efisiensi atau “cost-effectiveness” dari program MBG. Anggaran yang lebih terfokus tidak hanya mengurangi potensi pemborosan, tetapi juga meningkatkan peluang keberhasilan program dalam mencapai tujuan utamanya, yakni menurunkan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi masyarakat.

Secara keseluruhan, perubahan arah MBG patut diapresiasi sebagai bentuk koreksi kebijakan yang berbasis pada evaluasi dan realitas. Ini menjadi contoh penting bahwa kebijakan publik yang baik bukanlah yang paling ambisius, melainkan yang paling tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.(dhil)

Topik: Program MBG

TerkaitBerita

Pastikan Pengelolaan Dana Akuntabel, LPDB Koperasi Perkuat Sistem Keuangan
Nasional

Pastikan Pengelolaan Dana Akuntabel, LPDB Koperasi Perkuat Sistem Keuangan

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Kapal MT Global 108, 8 Orang Ditangkap
Nasional

Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Kapal MT Global 108, 8 Orang Ditangkap

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
Bareskrim Polri Tangkap 4 Tersangka Pengelola Situs Judi Online Boxkia.com
Nasional

Bareskrim Polri Tangkap 4 Tersangka Pengelola Situs Judi Online Boxkia.com

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
Komnas Haji Desak Kemenhaj Segera Rilis Daftar Nama Calon Jemaah Haji 2027
Nasional

Komnas Haji Desak Kemenhaj Segera Rilis Daftar Nama Calon Jemaah Haji 2027

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

22 Oktober 2026
Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

22 Oktober 2026
The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

22 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

22 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5028 shares
    Share 2011 Tweet 1257
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya