Koranindopos.com – JAKARTA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan budaya literasi anak sejak usia dini. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga mencakup keterampilan berpikir, menulis, dan mengekspresikan gagasan secara kreatif.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara SiDU, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dan Majalah Cahaya Inspirasi Anak yang menggelar pelatihan menulis bagi siswa Sekolah Dasar bertajuk “Ayo Menulis di Buku Tulis dengan Sampul Terkerenmu”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Mei 2026 di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-46 Perpusnas RI dengan tema “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak kembali akrab dengan aktivitas menulis tangan di atas kertas sebagai sarana belajar, berekspresi, sekaligus membangun rasa percaya diri.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Adriati, menyampaikan bahwa Perpusnas RI ingin terus mendorong lahirnya karya-karya terbaik dari generasi muda Indonesia. Nantinya, tiga karya terbaik peserta akan dipublikasikan di Majalah Cahaya Inspirasi Anak dan diterbitkan oleh Perpusnas RI agar dapat dibaca oleh anak-anak di seluruh Indonesia.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kebiasaan menulis tangan dinilai tetap memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Aktivitas tersebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kemampuan berpikir, kreativitas, hingga keterampilan menyusun ide secara lebih terstruktur.
Head of Marketing Stationery Business APP Group, Arif Darmawan, mengatakan bahwa buku tulis bukan sekadar media belajar, tetapi juga ruang bagi anak untuk melatih kemampuan berpikir dan berekspresi. Karena itu, SiDU menghadirkan pendekatan kreatif melalui desain sampul buku tulis yang unik dan dapat dipersonalisasi menggunakan foto diri siswa.
Sementara itu, pendiri Majalah Cahaya Inspirasi Anak, Stefanie Agustin, menegaskan bahwa menulis tangan seharusnya tidak hanya menjadi tugas sekolah, tetapi juga menjadi sarana bagi anak untuk menuangkan ide dan membangun kepercayaan diri sejak dini.
Melalui kolaborasi tersebut, semangat Hari Pendidikan Nasional diharapkan tidak berhenti pada perayaan seremonial semata, tetapi menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung budaya membaca, menulis, dan berkarya bagi generasi muda Indonesia menuju visi Generasi Emas 2045.(dhil)










