Sabtu, 27 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Gus Rozin: Ada Narasi yang Direkayasa Terkait Isu Kekerasan di Pondok Pesantren

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
19 Mei 2026
in Nasional
A A
0
Gus Rozin: Ada Narasi yang Direkayasa Terkait Isu Kekerasan di Pondok Pesantren

Foto: kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Ketua Majelis Masyayikh, Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, menilai terdapat narasi yang direkayasa atau engineered narration terkait isu kekerasan di pondok pesantren (ponpes). Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Sarasehan Nasional Temu Nasional Pondok Pesantren yang berlangsung di Grand Mercure Jakarta Kemayoran, Selasa (9/5/2026).

Menurut Gus Rozin, meskipun fakta mengenai adanya kasus kekerasan di lingkungan pesantren memang tidak dapat dipungkiri, ia menilai terdapat framing berlebihan dalam pemberitaan yang berkembang di masyarakat.

“Saya kira juga ada framing yang berlebihan. Jadi, fakta internal kekerasan ada, fakta dari luar bahwa ada engineered narration itu juga ada,” ujar Abdul Ghaffar Rozin.

Ia menjelaskan bahwa respons pesantren terhadap isu kekerasan sangat beragam. Ada pesantren yang tetap mempertahankan pola lama, termasuk sistem hukuman atau takzir, sementara sebagian lainnya justru berubah secara total hingga lebih menyerupai sekolah berasrama modern dibandingkan pesantren tradisional.

Artikel Terkait

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

Tingkatkan Kepercayaan Muzaki, BMH Yogyakarta Berkomitmen Jaga Integritas Pengelolaan Dana

Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi

Selain itu, menurutnya terdapat pula kelompok pesantren yang mencoba beradaptasi secara bertahap dengan perkembangan zaman dan tuntutan perlindungan santri.

“Atau kemudian ada yang setengah-setengah ya, mencoba beradaptasi. Yang ketiga ini yang saya kira paling banyak dan paling penting,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Rozin juga mengungkapkan bahwa pihaknya sempat melakukan survei sederhana terhadap pola pemberitaan kasus kekerasan di pesantren selama dua tahun terakhir.

Dari hasil pengamatan tersebut, ia melihat adanya pola yang hampir serupa setiap tahun. Menurutnya, isu kekerasan di pesantren biasanya mulai muncul pada awal tahun dan meningkat tajam pada periode Mei hingga Agustus sebelum akhirnya kembali menurun.

“Kemudian bombardir berita itu ada pada bulan 5 sampai bulan 7. Itu terjadi pada tahun 2024 dan 2025,” katanya.

Ia menilai derasnya pemberitaan tersebut berdampak besar terhadap citra dan martabat pesantren, khususnya terhadap institusi kepengasuhan serta para kiai yang selama ini menjadi bagian penting dalam pendidikan pesantren.

Meski demikian, Gus Rozin menegaskan bahwa kasus kekerasan di pesantren tetap harus diakui dan ditangani secara serius. Menurutnya, setelah gelombang pemberitaan mereda, perhatian publik biasanya bergeser pada persoalan tata kelola dan pengawasan lembaga terkait, termasuk peran negara dan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam melakukan pengawasan terhadap pesantren.(dhil)

Topik: gus rozinkekerasanpondok

TerkaitBerita

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026
Nasional

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

oleh Editor : Anggoro
26 Juni 2026
BMH Yogyakarta
Nasional

Tingkatkan Kepercayaan Muzaki, BMH Yogyakarta Berkomitmen Jaga Integritas Pengelolaan Dana

oleh Editor : Hairul
26 Juni 2026
Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi
Pendidikan

Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi

oleh Editor : Anggoro
26 Juni 2026
Mendikti Bungkam Soal Mahasiswa UBK Terima Rp20 Juta dan Keterlibatan Eks Ketua BEM UGM
Nasional

Mendikti Bungkam Soal Mahasiswa UBK Terima Rp20 Juta dan Keterlibatan Eks Ketua BEM UGM

oleh Editor : Affandy
26 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

RILIS FILM: Para pemeran film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali di Travoy Hub, Makasar, Jakarta Timur pada Jumat (26/6/2026). (FOTO: HARIS RISNANDAR/KORANINDOPOS.COM)

Davina Karamoy: Saya Menangis Baca Naskah Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali

27 Juni 2026
Didampingi Suami, Amanda Manopo Ambil Langkah Tegas Laporkan Masalah Finansial dan Pencemaran Nama Baik

Didampingi Suami, Amanda Manopo Ambil Langkah Tegas Laporkan Masalah Finansial dan Pencemaran Nama Baik

26 Juni 2026
Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

26 Juni 2026
Asuransi Astra Berikan Edukasi Keuangan di Beragam Segmen Masyarakat   

Asuransi Astra Berikan Edukasi Keuangan di Beragam Segmen Masyarakat  

26 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3589 shares
    Share 1436 Tweet 897
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    449 shares
    Share 180 Tweet 112
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya