Koranindopos.com , MADINAH — Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M menghadirkan perubahan signifikan dalam kualitas pelayanan jemaah Indonesia di Arab Saudi. Pelayanan tahun ini dinilai tidak hanya lebih baik secara teknis, tetapi juga lebih humanis dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.
Penilaian tersebut disampaikan Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah, Senin (18/5/2026).
Kedatangan rombongan Timwas DPR RI diterima langsung oleh Kepala PPIH Daker Madinah, Khalilurrahman. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan jemaah berjalan optimal selama operasional haji berlangsung.
Dalam keterangannya, Cucun menyebut pendekatan pelayanan yang dilakukan petugas pada musim haji tahun ini terasa lebih dekat, ramah, dan mengedepankan sentuhan kemanusiaan.
“Yang kami lihat sekarang bukan hanya pelayanan administratif berjalan baik, tetapi juga bagaimana jemaah diperlakukan dengan penuh perhatian dan rasa hormat. Petugas hadir bukan sekadar bekerja, tetapi melayani dengan hati,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi tahap pertama operasional haji di Madinah, tercatat lebih dari 103 ribu jemaah telah tiba dan mendapatkan layanan. Timwas DPR RI menilai sejumlah inovasi yang diterapkan pemerintah memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan jemaah, terutama bagi lansia dan kelompok rentan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah peningkatan kualitas akomodasi jemaah reguler. Untuk pertama kalinya, banyak jemaah haji reguler Indonesia menempati hotel-hotel premium di kawasan Markaziyah yang berlokasi dekat dengan Masjid Nabawi.
Menurut Cucun, hotel yang sebelumnya identik dengan layanan haji khusus atau haji plus kini juga dapat dinikmati oleh jemaah reguler sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan pemerintah.
“Ini menjadi sejarah baru. Jemaah reguler sekarang bisa merasakan fasilitas hotel yang selama ini identik dengan layanan premium. Artinya ada keseriusan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Selain akomodasi, Timwas DPR RI juga menyoroti implementasi layanan Mecca Route atau fast track keimigrasian yang dinilai semakin mempermudah perjalanan jemaah sejak keberangkatan dari Indonesia.
Anggota Timwas Haji DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, mengatakan layanan tersebut sangat membantu mempercepat proses kedatangan jemaah di Arab Saudi.
Melalui skema Mecca Route, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan langsung di bandara keberangkatan di Indonesia sehingga jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang setibanya di Arab Saudi.
“Manfaatnya sangat dirasakan jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Setelah tiba, jemaah bisa langsung beristirahat tanpa harus menjalani proses imigrasi yang panjang,” ujar Danang.
Sistem fast track tersebut juga dinilai membantu mengurangi kepadatan di bandara kedatangan sehingga mobilitas jemaah menjadi lebih lancar.
Timwas DPR RI berharap peningkatan layanan seperti Mecca Route, penguatan pendampingan jemaah, hingga peningkatan standar akomodasi dapat terus diperluas pada musim haji mendatang agar semakin banyak jemaah Indonesia merasakan manfaatnya.
Cucun menegaskan berbagai perubahan dalam penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi umat.
“Negara benar-benar hadir untuk melayani jemaah. Semangatnya bukan hanya menjalankan operasional haji, tetapi memastikan jemaah merasa aman, nyaman, dan dimuliakan selama beribadah,” tandasnya. (Hai)










