Jumat, 22 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Kapan Insentif Kendaraan Listrik Berakhir? Ini Kajian INDEF GTI

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
22 Mei 2026
in Nasional
A A
0
Mobil listrik
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com , JAKARTA — Implementasi Kawasan Zona Rendah Emisi atau Low Emissions Zone (LEZ) dinilai berpotensi menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang signifikan di tengah wacana pengenaan pajak kendaraan listrik di Indonesia.

Head of Industrial and Transport Decarbonization INDEF Green Transition Initiative (GTI), Andry Satrio Nugroho, mengatakan pemerintah masih memiliki sejumlah opsi kebijakan alternatif sebelum mempertimbangkan pencabutan insentif kendaraan listrik.

Menurutnya, penghentian insentif kendaraan listrik perlu dihitung secara matang agar tidak menghambat percepatan adopsi kendaraan listrik nasional sekaligus menjaga kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat.

INDEF GTI
Dok foto Prasiddha

“Ke depan, pemerintah perlu memperhitungkan berbagai aspek terkait kelanjutan insentif, mulai dari rentang waktu, kondisionalitas industri dan investasi, hingga tingkat adopsi kendaraan listrik,” ujar Andry dalam acara Media Briefing dan Launching White Paper Kajian Pajak Kendaraan Listrik Daerah di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Artikel Terkait

Menkum: Ferdy Sambo Punya Hak Kuliah S2 dari Dalam Lapas

Layanan Haji 2026 Dinilai Lebih Humanis, Jemaah Merasa Dimuliakan

Di Hadapan DPR, Prabowo Serukan Penguatan Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Berdasarkan perhitungan INDEF GTI, penerapan LEZ di kawasan pusat bisnis Jalan Sudirman, Jakarta, berpotensi menghasilkan pendapatan hingga Rp383 miliar per tahun.

Selain menjadi sumber penerimaan daerah, kebijakan tersebut juga dinilai mampu membantu pengendalian kualitas udara di kawasan pusat bisnis ibu kota.

“Potensi ini masih dari satu kawasan, bisa bertambah seiring penerapan di kawasan lain. Tidak hanya potensial secara ekonomi, kebijakan ini juga berdampak positif terhadap lingkungan dan kesehatan di pusat bisnis Jakarta,” katanya.

Selain LEZ, INDEF GTI juga menilai kebijakan cukai emisi layak dipertimbangkan pemerintah. Berdasarkan kajian mereka, cukai emisi berpotensi menambah penerimaan negara hingga Rp40 triliun per tahun.

Nilai tersebut disebut melampaui gabungan penerimaan cukai plastik dan minuman berpemanis, bahkan mencapai tiga kali lipat penerimaan cukai alkohol.

INDEF GTI juga mengusulkan penerapan pajak kendaraan listrik secara progresif berbasis wajib pajak apabila pemerintah tetap ingin memberlakukan pajak terhadap kendaraan listrik.

Menurut data yang dihimpun, kepemilikan kendaraan listrik nasional pada 2025 didominasi kepemilikan kedua sebesar 66,2 persen, sedangkan kepemilikan pertama hanya sekitar 4 persen.

Dari skema pajak progresif untuk kepemilikan kedua dan seterusnya, potensi penerimaan negara diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun per tahun.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendapatan II Badan Pendapatan Daerah Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta, Jimmi Pardede, mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah menghadapi tekanan fiskal akibat pengurangan anggaran transfer dari pusat.

Karena itu, pemerintah daerah terus mencari alternatif sumber penerimaan baru, termasuk melalui opsi pajak kendaraan listrik progresif.

“Usulan pajak progresif sangat bagus. Intinya penerapan pajak ini harus berdasarkan nilai keadilan,” ujar Jimmi.

Asisten Deputi Pengembangan Ketenagalistrikan dan Geologi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sunandar, menilai pemberian insentif tidak dapat dilakukan selamanya dan harus mempertimbangkan perkembangan industri kendaraan listrik nasional.

“Berbicara insentif, kita tidak bisa memberikan insentif selamanya. Kita perlu lihat bagaimana perkembangan ekosistem industrinya, pabriknya, baterainya, dan jumlah pengguna dan pembelinya,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Pendapatan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Teguh Narutomo, menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk memberikan insentif kendaraan listrik melalui regulasi yang berlaku.

Namun demikian, pemerintah daerah tetap memiliki kewenangan fiskal dalam pelaksanaan teknis kebijakan tersebut.

Menurut Teguh, keberlanjutan kebijakan pajak kendaraan listrik perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari aspek institusional, sosiologis, yuridis, hingga filosofis agar kebijakan dapat diterapkan secara adil dan efektif.  (Dni)

Topik: indefInsentif Kendaraan Listrik

TerkaitBerita

Menkum: Ferdy Sambo Punya Hak Kuliah S2 dari Dalam Lapas
Nasional

Menkum: Ferdy Sambo Punya Hak Kuliah S2 dari Dalam Lapas

oleh Editor : Affandy
21 Mei 2026
Haji
Nasional

Layanan Haji 2026 Dinilai Lebih Humanis, Jemaah Merasa Dimuliakan

oleh Editor : Hairul
21 Mei 2026
Prabowo
Nasional

Di Hadapan DPR, Prabowo Serukan Penguatan Kedaulatan Ekonomi Indonesia

oleh Editor : Hairul
21 Mei 2026
Perpustakaan Baru Cilegon Diharapkan Jadi Pusat Penggerak Literasi Warga
Nasional

Perpustakaan Baru Cilegon Diharapkan Jadi Pusat Penggerak Literasi Warga

oleh Editor : Akula
20 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

22 Mei 2026
AKSI PENEMBAKAN: Duka warga atas penembakan massal Masjid San Diego, California, AS. (REUTERS/Mike Blake)

Tiga Korban Aksi Koboi di Masjid San Diego Adalah Sosok Heroik

22 Mei 2026
DER PANZER: Timnas Jerman merilis daftar 26 pemain yang akan tampil di Piala Dunia 2026. (Foto: IST)

Der Panzer Rilis Skuad Piala Dunia 2026

22 Mei 2026
RELAWAN KEMANUSIAAN: Aktivis Global Sumud Flotilla (Foto: AFP/CLEMENT MAHOUDEAU)

Israel Bebaskan Tiga Relawan GSF Asal Indonesia   

22 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3182 shares
    Share 1273 Tweet 796
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • ​Sukses Besar! Film Drama Semua Akan Baik-Baik Saja Garapan Baim Wong Tembus 300 Ribu Penonton dalam 3 Hari

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya