Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Susahnya Padamkan Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng, Api Bertahan Berhari-hari

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
26 Mei 2026
in Megapolitan
A A
0
Susahnya Padamkan Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng, Api Bertahan Berhari-hari

Foto: dok. kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Kebakaran hebat yang melanda gudang plastik di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi salah satu insiden paling sulit ditangani petugas pemadam kebakaran dalam beberapa waktu terakhir. Hingga memasuki hari keempat setelah api pertama kali muncul pada Senin (18/5/2026), proses pemadaman masih terus berlangsung.

Kebakaran terjadi di gudang plastik yang berada di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Material plastik dalam jumlah besar membuat api sulit dipadamkan dan terus memunculkan titik bara di bawah reruntuhan bangunan.

Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat menghadapi tantangan besar karena sebagian bangunan gudang ambruk dan menimpa tumpukan plastik di dalamnya.

Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa api masih tersembunyi di bawah puing-puing sehingga semprotan air sulit menjangkau pusat kebakaran.

Artikel Terkait

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

“Masih pendinginan, lama. Ini kan plastik, tumpukannya juga tinggi yang ambruk, jadi harus diurai dulu pakai beko,” ujar Syaiful.

Karakteristik material plastik yang mudah terbakar dan meleleh juga membuat bara api terus muncul meski permukaan tampak sudah padam.

Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas akhirnya menggunakan alat berat berupa ekskavator atau beko guna mengurai reruntuhan bangunan dan membuka akses menuju titik api.

Selain itu, pemantauan udara menggunakan drone dilakukan secara berkala untuk mendeteksi titik panas yang masih aktif di bawah material bangunan.

“Masih ada api yang sembunyi di balik reruntuhan bangunan itu,” kata Syaiful.

Sebanyak 18 unit armada pemadam dan sekitar 90 personel masih disiagakan di lokasi selama proses pendinginan berlangsung. Pada awal kejadian, total pengerahan mencapai 27 armada dan 135 personel.

Kebakaran gudang plastik tersebut juga memunculkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai wilayah di Jakarta Barat. Sejumlah rekaman warga memperlihatkan kobaran api besar disertai suara ledakan dari dalam gudang.

Beruntung, petugas berhasil melokalisasi api agar tidak merembet ke permukiman warga di sekitar lokasi.

Meski demikian, beberapa petugas dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat proses pemadaman yang berlangsung lama, termasuk terkena semburan nozzle dan sesak napas karena paparan asap tebal.

Hingga kini, pihak pemadam kebakaran belum dapat memastikan kapan proses pemadaman benar-benar selesai. Banyaknya titik asap di bawah reruntuhan membuat proses pendinginan membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan awal.

“Saya enggak bisa prediksi,” ujar Syaiful terkait target pemadaman total.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran gudang plastik di Cengkareng masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.(dhil)

Topik: cengkarenggudangb plastikKebakaran

TerkaitBerita

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka
Megapolitan

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi
Megapolitan

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026
Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

24 Oktober 2026
FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

24 Oktober 2026
Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

24 Oktober 2026
Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5052 shares
    Share 2021 Tweet 1263
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya