Koranindopos.com – JAKARTA – Kebakaran hebat yang melanda gudang plastik di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi salah satu insiden paling sulit ditangani petugas pemadam kebakaran dalam beberapa waktu terakhir. Hingga memasuki hari keempat setelah api pertama kali muncul pada Senin (18/5/2026), proses pemadaman masih terus berlangsung.
Kebakaran terjadi di gudang plastik yang berada di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Material plastik dalam jumlah besar membuat api sulit dipadamkan dan terus memunculkan titik bara di bawah reruntuhan bangunan.
Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat menghadapi tantangan besar karena sebagian bangunan gudang ambruk dan menimpa tumpukan plastik di dalamnya.
Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa api masih tersembunyi di bawah puing-puing sehingga semprotan air sulit menjangkau pusat kebakaran.
“Masih pendinginan, lama. Ini kan plastik, tumpukannya juga tinggi yang ambruk, jadi harus diurai dulu pakai beko,” ujar Syaiful.
Karakteristik material plastik yang mudah terbakar dan meleleh juga membuat bara api terus muncul meski permukaan tampak sudah padam.
Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas akhirnya menggunakan alat berat berupa ekskavator atau beko guna mengurai reruntuhan bangunan dan membuka akses menuju titik api.
Selain itu, pemantauan udara menggunakan drone dilakukan secara berkala untuk mendeteksi titik panas yang masih aktif di bawah material bangunan.
“Masih ada api yang sembunyi di balik reruntuhan bangunan itu,” kata Syaiful.
Sebanyak 18 unit armada pemadam dan sekitar 90 personel masih disiagakan di lokasi selama proses pendinginan berlangsung. Pada awal kejadian, total pengerahan mencapai 27 armada dan 135 personel.
Kebakaran gudang plastik tersebut juga memunculkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai wilayah di Jakarta Barat. Sejumlah rekaman warga memperlihatkan kobaran api besar disertai suara ledakan dari dalam gudang.
Beruntung, petugas berhasil melokalisasi api agar tidak merembet ke permukiman warga di sekitar lokasi.
Meski demikian, beberapa petugas dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat proses pemadaman yang berlangsung lama, termasuk terkena semburan nozzle dan sesak napas karena paparan asap tebal.
Hingga kini, pihak pemadam kebakaran belum dapat memastikan kapan proses pemadaman benar-benar selesai. Banyaknya titik asap di bawah reruntuhan membuat proses pendinginan membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan awal.
“Saya enggak bisa prediksi,” ujar Syaiful terkait target pemadaman total.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran gudang plastik di Cengkareng masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.(dhil)










