Koranindopos.com – Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendorong FKPPI bertransformasi menjadi organisasi yang semakin strategis dalam mendukung pembangunan nasional serta memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global.
Hal tersebut disampaikan Bamsoet saat memimpin rapat persiapan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) FKPPI yang digelar secara daring di Jakarta, Senin (20/7/2026). Menurutnya, perubahan lanskap geopolitik dunia, percepatan transformasi digital, ancaman infiltrasi ideologi, hingga dinamika ekonomi global menuntut FKPPI untuk terus beradaptasi dan memperkuat perannya sebagai organisasi masyarakat sipil yang modern.
“FKPPI lahir dari sejarah panjang perjuangan bangsa. Karena itu, tugas FKPPI hari ini adalah memastikan semangat persatuan, disiplin, pengabdian, dan bela negara tetap hidup dalam setiap denyut pembangunan nasional. Indonesia membutuhkan organisasi yang mampu menjadi jembatan antara negara dan rakyat sekaligus menjaga agar semangat kebangsaan terus menyala di tengah berbagai tantangan zaman,” ujar Bamsoet.
Rapat tersebut dihadiri jajaran Pengurus Pusat FKPPI, antara lain Dewan Pakar I Dewa Putu Rai, Sekretaris Jenderal Anna R. Legawatie, Wakil Ketua Umum Dudhie Makmun Murod dan Didiet Haryadi, serta sejumlah pengurus lainnya seperti Hendri Dwiwantara, Norman Soni Sontani, Suryo Susilo, Ian Montratama, dan M. Shalahuddin.
Bamsoet menilai FKPPI memiliki modal sosial yang besar karena didukung jaringan organisasi yang tersebar hingga tingkat desa serta memiliki hubungan historis yang kuat dengan TNI dan Polri.
Selain itu, kader-kader FKPPI juga telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan. Potensi tersebut dinilai harus dioptimalkan untuk mendukung pembangunan nasional.
Menurutnya, FKPPI dapat mengambil peran dalam berbagai bidang strategis, seperti membangun karakter bangsa, memperkuat ketahanan wilayah, mengembangkan ekonomi lokal, mendukung program ketahanan pangan, meningkatkan literasi digital masyarakat, membantu mitigasi bencana, hingga melawan penyebaran hoaks dan paham yang berpotensi mengancam persatuan nasional.
“FKPPI harus menjadi laboratorium kepemimpinan nasional yang melahirkan kader berintegritas, berkarakter, menguasai teknologi, mampu membangun ekonomi rakyat, sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa. Organisasi ini harus selalu hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Bamsoet menegaskan transformasi organisasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda apabila FKPPI ingin tetap relevan menghadapi perkembangan zaman.
Ia mendorong digitalisasi organisasi melalui pembangunan basis data anggota secara nasional berbasis teknologi, penguatan komunikasi publik, optimalisasi media sosial, sistem pendidikan kader yang lebih modern, serta tata kelola organisasi yang profesional dan transparan.
Menurutnya, generasi muda saat ini hidup dalam ekosistem digital sehingga nilai-nilai kebangsaan harus disampaikan melalui pendekatan yang lebih adaptif dan kreatif.
“Era digital menuntut FKPPI mampu memimpin opini publik yang sehat, membangun literasi digital, melawan hoaks, memperkuat semangat bela negara, dan mengoptimalkan teknologi sebagai instrumen memperkuat persatuan bangsa. Penguasaan ruang digital merupakan bagian penting dari pertahanan nasional masa depan,” jelasnya.
Selain penguatan organisasi, Bamsoet juga menilai peningkatan kapasitas ekonomi kader menjadi aspek penting dalam menjaga kemandirian FKPPI.
Ia menyebut Indonesia saat ini tengah memasuki fase transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, pengembangan energi baru terbarukan, ekonomi berbasis pengetahuan, serta peningkatan inovasi nasional. Karena itu, kader FKPPI di seluruh daerah didorong untuk menjadi pelaku pembangunan yang mampu menggerakkan potensi ekonomi lokal.
Menurutnya, kader FKPPI perlu aktif memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendukung ketahanan pangan, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Langkah tersebut diyakini tidak hanya meningkatkan kontribusi organisasi terhadap pembangunan nasional, tetapi juga memperkuat kesejahteraan para anggotanya.
Menutup arahannya, Bamsoet menegaskan bahwa FKPPI harus terus melahirkan kader-kader yang memiliki integritas, profesionalisme, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang terus menjaga persatuan Indonesia sekaligus berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“FKPPI harus hadir sebagai organisasi yang melahirkan kader bangsa, kader organisasi, sekaligus kader bela negara yang memiliki integritas, profesionalisme, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan demikian FKPPI mampu menjadi kekuatan moral, kekuatan intelektual, dan kekuatan sosial yang terus menjaga persatuan Indonesia,” pungkas Bamsoet.(Dhil)










