Kamis, 23 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Perbaikan SPMB Berbasis Data untuk Atasi Fenomena SD Negeri Sepi Peminat

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
22 Juli 2026
in Nasional
A A
0
SPMB
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah segera melakukan pembenahan mendasar terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) guna mengatasi fenomena semakin banyaknya sekolah dasar negeri (SDN) yang sepi peminat di berbagai daerah.

Menurut Lestari, perbaikan SPMB harus dilakukan dengan mengedepankan pemanfaatan data yang akurat agar kebijakan pendidikan mampu menyesuaikan antara daya tampung sekolah, kondisi demografi, dan kebutuhan masyarakat.

“Perencanaan yang asimetris ini harus segera dibenahi. Jangan sampai pembangunan fisik sekolah tidak lagi sejalan dengan realitas demografis dan minat masyarakat,” kata Lestari, yang akrab disapa Rerie, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7).

Anggota Komisi X DPR RI itu menilai sistem penerimaan murid baru harus lebih adaptif terhadap perubahan jumlah penduduk usia sekolah maupun pergeseran pilihan masyarakat terhadap layanan pendidikan.

Artikel Terkait

KN SAR Ramawijaya Basarnas Terbakar Saat Perbaikan di Muara Baru, Saksi Sebut Api Berawal dari Percikan Las

Bamsoet Dorong Transformasi FKPPI Jadi Kekuatan Strategis Pembangunan Bangsa

HNW Dorong Zakat Jadi Tax Credit dalam Revisi UU Zakat, Dinilai Wujud Keadilan bagi Wajib Zakat

Menurutnya, penataan jaringan sekolah dasar negeri tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis data yang komprehensif dan terintegrasi.

Rerie menyoroti data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menunjukkan jumlah siswa sekolah dasar terus mengalami penurunan dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Jumlah murid SD tercatat turun dari sekitar 27,58 juta pada tahun ajaran 2011/2012 menjadi sekitar 23,9 juta pada 2024. Di sisi lain, jumlah sekolah dasar justru meningkat dari 61.566 unit pada 2003 menjadi 72.470 unit pada 2024.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara kapasitas sekolah dengan jumlah peserta didik yang harus segera diantisipasi melalui perencanaan pendidikan yang lebih akurat.

Fenomena sepinya peminat SD negeri juga terjadi di sejumlah daerah.

Di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dari 470 SD negeri, rata-rata hanya menerima 13 hingga 14 murid baru, bahkan terdapat sekolah yang sama sekali tidak memperoleh pendaftar.

Sementara itu, di Kota Malang, sebanyak 62 dari 195 SD negeri tidak mampu memenuhi kuota penerimaan dengan total 2.285 bangku kosong atau sekitar 27,46 persen dari daya tampung yang tersedia.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bangli, Bali, di mana sejumlah SD negeri hanya menerima tiga hingga enam siswa baru. Di Kota Solo, Jawa Tengah, tercatat masih terdapat 1.144 bangku kosong pada jenjang sekolah dasar.

Selain faktor demografi, Rerie menilai perubahan preferensi masyarakat terhadap layanan pendidikan juga menjadi tantangan yang harus direspons pemerintah.

Dalam satu dekade terakhir, jumlah siswa SD negeri terus menurun, sementara jumlah siswa sekolah dasar swasta justru mengalami peningkatan.

“Ini indikasi jelas bahwa orang tua mencari layanan pendidikan yang lebih responsif. Sekolah negeri wajib meningkatkan mutu,” tegasnya.

Karena itu, Rerie mendorong pemerintah menyusun peta jalan pendidikan berbasis data kependudukan yang akurat untuk menentukan kebutuhan pembangunan maupun penataan sekolah di setiap wilayah.

Ia juga meminta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar kebijakan pendidikan dapat diterapkan secara tepat sasaran.

“Data sudah berbicara. Sekarang saatnya bertindak nyata. Perbaiki sistem Penerimaan Murid Baru mulai dari akar masalahnya agar setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang adil dan bermutu,” pungkas Rerie.  (hai)

Topik: SPMB Berbasis Data

TerkaitBerita

KN SAR Ramawijaya Basarnas Terbakar Saat Perbaikan di Muara Baru, Saksi Sebut Api Berawal dari Percikan Las
Peristiwa

KN SAR Ramawijaya Basarnas Terbakar Saat Perbaikan di Muara Baru, Saksi Sebut Api Berawal dari Percikan Las

oleh Editor : Affandy
23 Juli 2026
Bamsoet Dorong Transformasi FKPPI Jadi Kekuatan Strategis Pembangunan Bangsa
Nasional

Bamsoet Dorong Transformasi FKPPI Jadi Kekuatan Strategis Pembangunan Bangsa

oleh Editor : Affandy
22 Juli 2026
HNW Dorong Zakat Jadi Tax Credit dalam Revisi UU Zakat, Dinilai Wujud Keadilan bagi Wajib Zakat
Nasional

HNW Dorong Zakat Jadi Tax Credit dalam Revisi UU Zakat, Dinilai Wujud Keadilan bagi Wajib Zakat

oleh Editor : Affandy
22 Juli 2026
Plt Sesjen MPR RI Tekankan Kesederhanaan dan Kejujuran sebagai Kunci Pencegahan Korupsi
Nasional

Plt Sesjen MPR RI Tekankan Kesederhanaan dan Kejujuran sebagai Kunci Pencegahan Korupsi

oleh Editor : Affandy
22 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

KN SAR Ramawijaya Basarnas Terbakar Saat Perbaikan di Muara Baru, Saksi Sebut Api Berawal dari Percikan Las

KN SAR Ramawijaya Basarnas Terbakar Saat Perbaikan di Muara Baru, Saksi Sebut Api Berawal dari Percikan Las

23 Juli 2026
Rusdi Kirana

Rusdi Kirana: Ekonomi Konstitusi Harus Jadi Komitmen Nyata, Bukan Sekadar Slogan Politik

21 Juli 2026
Perpustakaan Nasional

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Literasi Harus Diwujudkan Atasi Keterbatasan Anggaran

21 Juli 2026
Bamsoet

Prihatin pada Fenomena Pelecehan Terhadap Supremasi Hukum

22 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4000 shares
    Share 1600 Tweet 1000
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    577 shares
    Share 231 Tweet 144
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Lionel Messi Berpeluang Tutup Piala Dunia Dengan 3 Penghargaan Prestisius

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya