Sabtu, 12 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Capai 124.688 hingga Minggu ke-30, Dinkes Beri Penjelasan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
15 Agustus 2026
in Megapolitan
A A
0
Kasus ISPA di Tangsel Capai 124.688 hingga Minggu ke-30, Dinkes Beri Penjelasan

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan memberikan penjelasan terkait data kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang tercantum dalam Bulletin Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Dalam bulletin tersebut tercatat sebanyak 124.688 kasus ISPA hingga minggu epidemiologi ke-30 tahun 2026. Namun, angka tersebut bukan merupakan jumlah kasus yang terjadi hanya dalam satu minggu.

Kepala Dinkes Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan angka 124.688 merupakan akumulasi kasus yang tercatat sejak minggu epidemiologi pertama hingga minggu ke-30.

“Angka 124.688 itu merupakan jumlah kumulatif kasus ISPA dari minggu epidemiologi pertama sampai minggu ke-30, bukan jumlah kasus yang terjadi dalam satu minggu,” kata Allin dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026).

Artikel Terkait

Asap Kebakaran TPA Galuga Masuk Permukiman, Warga Keluhkan Batuk dan Mata Perih

Nelayan Muara Angke Sulit Dapat Solar, Dua Hari Tak Melaut hingga Kesulitan Belanja

Lahan Pemprov DKI di Kembangan Jadi Lapangan Padel, Dulunya TPS Sampah Warga

Jika melihat data khusus pada minggu epidemiologi ke-30 atau M-30, jumlah kasus ISPA yang tercatat mencapai 4.591 kasus.

Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan minggu epidemiologi ke-29 atau M-29 yang mencatat 3.832 kasus. Dengan demikian, terdapat kenaikan sekitar 19,8 persen dalam periode satu minggu.

“Kalau yang dilihat khusus pada minggu epidemiologi ke-30, tercatat 4.591 kasus. Angka ini meningkat dari 3.832 kasus pada minggu sebelumnya atau sekitar 19,8 persen,” ujar Allin.

Menurut Allin, perbedaan antara angka kumulatif dan angka mingguan perlu dipahami agar data kasus ISPA tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Minggu epidemiologi merupakan pembagian periode waktu yang digunakan dalam sistem surveilans kesehatan. Pembagian tersebut memungkinkan perkembangan suatu penyakit dipantau dan dibandingkan secara konsisten dari satu minggu ke minggu berikutnya.

Dalam sistem tersebut, M-30 menunjukkan jumlah kasus yang tercatat khusus selama minggu epidemiologi ke-30. Sementara itu, total kasus hingga M-30 merupakan akumulasi kasus yang tercatat sejak M-1 sampai M-30.

“Jadi, total 2026 sampai M-30 dan kasus pada M-30 memiliki makna yang berbeda. Angka kumulatif tidak bisa disamakan dengan jumlah kasus dalam satu minggu,” kata Allin.

Dengan demikian, angka 124.688 kasus menunjukkan total kumulatif sepanjang 30 minggu pertama tahun 2026, sedangkan 4.591 kasus merupakan jumlah yang tercatat secara khusus pada minggu epidemiologi ke-30.

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) digunakan untuk memantau perkembangan berbagai penyakit dari minggu ke minggu. Sistem tersebut juga berfungsi mendeteksi lebih awal adanya peningkatan kasus yang berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Data yang dihimpun kemudian dianalisis sebagai salah satu dasar bagi pemerintah daerah dan sektor kesehatan untuk menentukan langkah kewaspadaan, melakukan investigasi, serta menyiapkan respons kesehatan masyarakat.

Dengan pemantauan secara berkala, perubahan pola penyakit dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

ISPA merupakan kelompok infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan dapat disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme, termasuk virus maupun bakteri.

Sejumlah virus diketahui dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, antara lain influenza, rhinovirus, respiratory syncytial virus (RSV), adenovirus, parainfluenza, dan coronavirus.

Karena penyebab dan faktor risikonya beragam, peningkatan kasus ISPA perlu terus dipantau melalui sistem surveilans kesehatan. Data mingguan menjadi penting untuk melihat perubahan tren, sementara data kumulatif memberikan gambaran keseluruhan jumlah kasus yang telah tercatat sepanjang periode tertentu.

Dinkes Kota Tangerang Selatan pun menekankan pentingnya memahami konteks data SKDR secara tepat. Angka kumulatif 124.688 kasus hingga minggu epidemiologi ke-30 tidak berarti sebanyak itu kasus baru terjadi dalam satu minggu, melainkan merupakan akumulasi laporan dari M-1 hingga M-30.(dhil/kmps)

Topik: kasus ispatangsel

TerkaitBerita

Asap Kebakaran TPA Galuga Masuk Permukiman, Warga Keluhkan Batuk dan Mata Perih
Megapolitan

Asap Kebakaran TPA Galuga Masuk Permukiman, Warga Keluhkan Batuk dan Mata Perih

oleh Editor : Affandy
11 September 2026
Nelayan Muara Angke Sulit Dapat Solar, Dua Hari Tak Melaut hingga Kesulitan Belanja
Megapolitan

Nelayan Muara Angke Sulit Dapat Solar, Dua Hari Tak Melaut hingga Kesulitan Belanja

oleh Editor : Affandy
10 September 2026
Lahan Pemprov DKI di Kembangan Jadi Lapangan Padel, Dulunya TPS Sampah Warga
Megapolitan

Lahan Pemprov DKI di Kembangan Jadi Lapangan Padel, Dulunya TPS Sampah Warga

oleh Editor : Affandy
10 September 2026
Kurir Sabu di Cilincing Ditangkap, Mengaku Dapat Upah dan Narkoba Gratis
Megapolitan

Kurir Sabu di Cilincing Ditangkap, Mengaku Dapat Upah dan Narkoba Gratis

oleh Editor : Affandy
9 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Program RATU dari Tim Bismillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jadi Juara 1 Kompetisi ACTION! Asuransi Astra

Program RATU dari Tim Bismillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jadi Juara 1 Kompetisi ACTION! Asuransi Astra

11 September 2026
87 Siswa di Taiwan Diare Usai Makan Siang Gratis, Dapur Penyedia Langgar 5 Aturan Higiene

87 Siswa di Taiwan Diare Usai Makan Siang Gratis, Dapur Penyedia Langgar 5 Aturan Higiene

11 September 2026
Pertamina: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter akibat Konflik Timur Tengah

Pertamina: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter akibat Konflik Timur Tengah

11 September 2026
Harga Emas Diprediksi Naik Lagi ke Rp3 Juta per Gram, Konflik Geopolitik Jadi Pemicu

Harga Emas Diprediksi Naik Lagi ke Rp3 Juta per Gram, Konflik Geopolitik Jadi Pemicu

11 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4484 shares
    Share 1794 Tweet 1121
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    861 shares
    Share 344 Tweet 215
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya