Koranindopos.com – Jakarta — Upaya mencegah stunting perlu dilakukan sejak sebelum seorang anak lahir. Kesadaran tersebut menjadi landasan program “Merdeka Stunting 2026” yang digagas Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) bersama Pegadaian.
Program ini membawa pesan bahwa pencegahan stunting bukan hanya persoalan setelah bayi dilahirkan, melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan. Kesehatan dan kecukupan gizi ibu menjadi bagian penting dalam membangun fondasi tumbuh kembang anak.

Melalui program tersebut, POGI dan Pegadaian berupaya menghadirkan layanan pemeriksaan, edukasi, serta pendampingan bagi ibu hamil di berbagai daerah.
Program Merdeka Stunting 2026 dilaksanakan di 36 kota dengan melibatkan jaringan Pegadaian dan cabang POGI. Sekitar 1.080 ibu hamil menjadi sasaran program tersebut.
Pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan medis, tetapi juga memberikan ruang bagi ibu hamil untuk memperoleh informasi dan dukungan selama masa kehamilan.
Sejumlah layanan yang diberikan antara lain pemeriksaan kesehatan dan ultrasonografi (USG) untuk memantau kondisi serta perkembangan janin sejak dini.
Selain itu, ibu hamil juga mendapatkan suplementasi multiple micronutrient supplement (MMS) untuk membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien selama kehamilan.
Edukasi mengenai gizi turut menjadi bagian penting dalam program tersebut. Para ibu diberikan pemahaman mengenai pentingnya asupan makanan selama kehamilan sebagai salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pesan utama yang diusung dalam program ini adalah “Dari Ibu Hamil, Semua Jadi Penting.”
Pesan tersebut menekankan bahwa kondisi kesehatan ibu memiliki kaitan erat dengan awal kehidupan anak dan menjadi salah satu fondasi dalam upaya menciptakan generasi yang sehat.
Merdeka Stunting 2026 dijalankan melalui tiga tahapan utama.
Pertama, menumbuhkan kesadaran melalui edukasi, talkshow, dan kegiatan berbasis komunitas. Tahap ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu dan janin.
Kedua, identifikasi dan intervensi, yang dilakukan melalui skrining, pemantauan kesehatan, serta pendampingan secara menyeluruh terhadap ibu hamil.
Ketiga, mencatat dan belajar. Data dan pengalaman dari setiap layanan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pencegahan stunting pada masa mendatang.
Pendekatan tersebut menempatkan pencegahan sebagai bagian utama, bukan hanya menangani stunting setelah masalah terjadi.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan turut mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam menentukan kesehatan dirinya sekaligus mempersiapkan kehidupan anak sejak masa kehamilan.
Menurut pesan yang disampaikan dalam program tersebut, upaya memastikan anak mendapatkan awal kehidupan yang baik tidak dapat dibebankan kepada ibu seorang diri.
Dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar ibu hamil mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan dan informasi yang memadai.
Karena itu, kolaborasi antara POGI dan Pegadaian diarahkan untuk membangun ekosistem pencegahan yang melibatkan berbagai pihak.
Pegadaian berperan melalui jaringan yang dekat dengan masyarakat, sementara POGI menghadirkan keahlian medis dalam pelaksanaan program.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses ibu hamil terhadap pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi, serta pendampingan selama masa kehamilan.
Stunting sendiri tidak sekadar berkaitan dengan tinggi badan anak. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kualitas tumbuh kembang dan kesempatan anak untuk mencapai potensi optimalnya.
Karena itu, pencegahan sejak masa kehamilan menjadi langkah penting untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara maksimal.
Melalui Merdeka Stunting 2026, POGI dan Pegadaian ingin mendorong kesadaran bahwa upaya membangun generasi sehat dapat dimulai dari langkah sederhana: memastikan seorang ibu mendapatkan kesehatan, gizi, pemeriksaan, serta dukungan yang memadai sejak masa kehamilan.
Pada akhirnya, kemerdekaan dari stunting diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi gerakan bersama yang dimulai sejak kehidupan seorang anak masih berada di dalam kandungan.(dhil)










