SWISS, koranindopos.com – Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad, mengatakan, jenazah putra Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, dipulangkan Sabtu ini (11/6/2022).
”Besok (Sabtu) berangkat dari Swiss pagi waktu setempat dan tiba Minggu pagi waktu Jakarta,” kata Muliaman, mengutip CNNIndonesia.com pada Jumat (10/6/2022).
Meski demikian, Muliaman tak bisa memastikan pukul berapa tepatnya jenazah Eril tiba di tanah air. ”Bisa ada kemungkinan tiba minggu siang ya (Waktu Indonesia Barat),” ujar Muliaman.
Muliaman juga mengungkapkan jenazah Eril diberangkatkan menggunakan pesawat komersil. Sebagaimana diberitakan, jenazah Eril ditemukan pada Rabu (8/6) pagi di pintu air Engehelde usai dilaporkan hilang saat berenang di Sungai Aare pada 26 Mei lalu.
Polisi maritim Bern mengungkapkan, jenazah anak sulung Ridwan Kamil itu ditemukan di dasar sungai, di titik pintu air Engehalde. Diketahui jarak dari titik terakhir Eril terlihat ditemukan yakni sekitar 3,2 km.
Proses pencarian anak sulung RK juga melibatkan sejumlah unit dari kepolisian dan pihak berwenang lain. Mulai dari polisi sungai atau maritim, polisi nasional, polisi medis, dan petugas pemadam kebakaran.
Ridwan Kamil sebelumnya mengungkapkan melalui status akun Instagram pribadinya terkait kondisi jazad Eril yang utuh. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu melihat langsung kondisi jenazah mendiang Eril di rumah Sakit Bern di Swiss. ”Alhamdulillah, di rumah sakit Bern, sewaktu-waktu setelah memandikan jenazah Eril,” kata kang Emil pada Jumat (10/6/2022).
Dia mengatakan, ada penjelasan ilmiah mengapa jenazah Eril masih utuh meski berminggu-minggu di dalam air.
”Penjelasan secara alami mengapa jasadnya masih utuh: Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setelah membeku sehingga tetap utuh walau berada di dasar selama 14 hari,” jelas Kang Emil.
Secara ilmiah, jenazah memang lebih cepat membusuk di daratan daripada di air. Itu terjadi karena suhu di air lebih dingin dan faktor lingkungan anaerobik atau tidak ada oksigen. Namun begitu tubuh dikeluarkan dari air, kemungkinan pembusukan akan menjadi lebih cepat. (cnni/mmr)










