Koranindopos.com– Jakarta. Pagi itu tanggal 8 Muharram 1444 bertepatan pada hari Minggu tanggal 7 Agustus 2022 sebanyak 40 Adik-adik Yatim sudah mandi dan berdandan rapih. Sebagian dari mereka sudah siap di halaman depan sambil tersenyum menyambut tamu yang berkunjung dengan membawa motor gede (MOGE).
Alumni STM Bahriwan 45 angkatan 99 berkunjung ke sanggar seni budaya betawi, Kalima Pancer, dengan agenda bakti sosial dan menyenangkan anak yatim di wilayah sekitar sanggar. Berbagi pengalaman yang sulit dilupakan untuk anak yatim. Mau kemana dek? “Aku mau naik motor gede, muter muter… Hehehe,” ujar Alina kelas 3 SD. Ya, mereka adalah adik-adik yatim yang mungkin belum merasakan keliling dibonceng motor oleh ayahnya karena sang ayah sudah lebih dahulu meninggal.
“Kami menjalankan wasiat Rasulullah Muhammad SaAllahu A’llaihi Wassalam untuk mengasihi anak yatim. Dan bertepatan dengan jelang lebaran yatim di Muharram ini, kami mengajak adik-adik yatim untuk merasakan naik motor besar dan berbagi rejeki kepada mereka,” ungkap Agus Bagol, Ketua Alumni Bahariwan Angkatan 99 di sela sela acara sanggar Kalima Pancer, Jl. Muara Ranco Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Menurut ketua panitia Senyum Yatim Bahariwan 45, Herman, tamu agung kita pada acara kali ini adalah anak yatim. Kita ajak anak-anak Yatim ini berkeliling dengan motor besar, dan disambut oleh atraksi budaya betawi Palang pintu anak-anak yatim ini kita berikan hadiah. Tujuannya agar hati mereka senang dan bisa memotivasi semangat mereka dikemudian hari.
Acara ini juga disupport oleh “Betawi Brothers Garage” dengan menurunkan sekitar 20 MOGE bersama teman teman Motor “Topaners” Club. “Menjadi sumber motivasi hidup dari melihat dan merasakan, adalah pengalaman hidup yang tidak mudah dilupakan. Dan ini kita tularkan kepada Adik-adik yatim,” Jelas Rahman atau yang akrab disapa Betawi, pemilik “Betawi Brothers Garage”.
Senada dengan Betawi, Bang Is Ketua Topaners pun mendukung penuh acara yang bernuansa sosial. “Kami support penuh untuk kegiatan ini,” Katanya.
“Komunitas sepeda motor menjadi jembatan penyaluran bantuan yang rasanya lebih tepat sasaran pada masa ini,” Jelas Yanuar salah satu member komunitas motor yang datang jauh-jauh dari Bekasi Timur demi turut boncengin adik-adik yatim ini. “Ada pahala besar yang mungkin tak ternilai ketika wasiat Rasulullah kita jalankan. Yah!!! Menuai SENYUM YATIM,” Ujarnya dengan senyum. (AB)










