Minggu, 21 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home tidak kategori

Usir 10 Dubes, Erdogan Jadi Sorotan Dunia

Editor : Anggoro oleh Editor : Anggoro
24 Oktober 2021
in tidak kategori, Internasional
A A
0
Usir 10 Dubes, Erdogan Jadi Sorotan Dunia
Share on FacebookShare on Twitter
WhatsApp Image 2021 10 24 at 18.22.47 - Usir 10 Dubes, Erdogan Jadi Sorotan Dunia
REUTERS/HO-PRESIDENTIAL PRESS OFFICE/AA
USIR DUBES: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

TURKI, koranindopos.com- Insiden pengusiran sepuluh duta besar (dubes) negara asing oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (23/10/2021) menjadi perhatian publik dunia. Di antara mereka adalah duta besar Jerman dan Amerika Serikat. 

Sebagaimana dilansir AFP, Erdogan tersinggung dengan pernyataan bersama para dubes tersebut yang mengkritik terhadap penahanan tokoh aktivis, Osman Kavala pada Senin lalu (17/10/2021). Dalam pernyataan bersama itu, AS, Jerman, Kanada, Denmark, Finlandia, Prancis, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, dan Swedia menyerukan penyelesaian yang adil dan cepat untuk kasus Kavala.

Akibat aksi itu, Kementerian Luar Negeri Turki memanggil sepuluh duta besar negara tadi pada Selasa (18/10). Pada Sabtu (23/10), Erdogan mengumumkan bahwa dirinya telah mengusir sepuluh duta besar negara yang ikut serta mendukung Kavala. ”Saya telah memerintahkan menteri luar negeri kami untuk mengumumkan sepuluh duta besar negara asing tersebut akan di-persona nongrata secepatnya,” ujar Erdogan Sabtu (23/10/2021).

Walaupun demikian, Erdogan tak menyebut waktu tepat kesepuluh duta besar tersebut resmi diusir. Namun, Erdogan menegaskan, “Mereka harus pergi dari sini pada hari mereka tidak lagi bisa di Turki.”

Artikel Terkait

Serangan Israel di Lebanon Menewaskan 32 Warga

Pimpinan Tertinggi Iran Sebut Trump Sudah Putus Asa

Netanyahu Membelot, Militer Israel Masih Beroperasi di Lebanon

Kavala sendiri merupakan filantropis sekaligus aktivis kelahiran Paris. Turki menahan pria 64 tahun itu sejak 2017 tanpa vonis hukuman. Meski tidak terlalu dikenal secara internasional, Kavala telah dinilai menjadi simbol bagi para pendukungnya di tengah tindakan keras rezim Erdogan dalam merespons upaya kudeta gagal 2016 lalu.

Dikutip dari New York Times, Kavala menjadi tahanan politik yang paling terkemuka di Turki. Penangkapannya sendiri dilakukan karena pemerintah beranggapan Kavala mencoba menggulingkan pemerintahan Erdogan. Ia dituduh membiayai dan mengatur protes antipemerintah yang berlangsung pada 2013 yang dimulai di Taman Gezi.

Erdogan menilai, protes yang terjadi merupakan upaya untuk menggulingkan kekuasaannya, bukan protes yang terjadi secara spontan. Erdogan juga mengklaim dirinya berhasil menggagalkan ‘kelicikan’ yang mencoba membebaskan Kavala.

Sementara itu, Kavala menilai, penangkapannya merupakan bagian dari drama politik Erdogan yang masih ingin berkuasa atas Turki. Kavala juga berpendapat bahwa hakim dan jaksa bersikap sesuai dengan wacana politik Erdogan.

“Karena saya adalah aktor utama dalam dakwaan fiktif dan juga satu-satunya terdakwa yang ditangkap dalam kasus ini, saya yakin situasi saya dinilai sebagai contoh kasus istimewa yang terjadi karena alasan politik,” tutur Kavala. (cnni/brg)

TerkaitBerita

SERANGAN MENDADAK: Serangan Israel dilaporkan menewaskan 32 orang di sejumlah wilayah Lebanon sejak Minggu (21/6/2026) pagi waktu setempat. (Foto: REUTERS/Zohra Bensemra)
Internasional

Serangan Israel di Lebanon Menewaskan 32 Warga

oleh Editor : Memoarto
21 Juni 2026
KESEPAKATAN DAMAI: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam satu momen. (Foto Ilustrasi: Dok./NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Internasional

Pimpinan Tertinggi Iran Sebut Trump Sudah Putus Asa

oleh Editor : Memoarto
20 Juni 2026
ZONA MILITER: Sejumlah personel militer Israel tampak beroperasi di wilayah Lebanon. (Foto Ilustrasi: Reuters)
Internasional

Netanyahu Membelot, Militer Israel Masih Beroperasi di Lebanon

oleh Editor : Memoarto
19 Juni 2026
OPERASI MILITER: Tentara AS dalam sebuah operasi. AS menghabiskan Rp 186 triliun dalam enam hari melakukan serangan ke Iran. (Foto Ilustrasi: x.com/I_Corps)
Internasional

Kompensasi AS-Iran Damai Bernilai Sekitar Rp 5.000 Triliun

oleh Editor : Memoarto
18 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

iCAR V23 Raih Red Dot Award Design Concept 2026, Tegaskan Keunggulan Desain Klasik Berkarakter

iCAR V23 Raih Red Dot Award Design Concept 2026, Tegaskan Keunggulan Desain Klasik Berkarakter

21 Juni 2026
Menaker Tekankan Pentingnya Menyiapkan Generasi Masa Depan Hadapi Dunia Kerja Baru

Menaker Tekankan Pentingnya Menyiapkan Generasi Masa Depan Hadapi Dunia Kerja Baru

21 Juni 2026
Hadir di PENAS Petani Nelayan 2026 Gorontalo, BULOG Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Hadir di PENAS Petani Nelayan 2026 Gorontalo, BULOG Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

21 Juni 2026
SANKSI BERAT: Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi mencium motor Aprilia RS-GP25. (Foto Ilustrasi: ANTARA/X/MotoGP)

Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

21 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3508 shares
    Share 1403 Tweet 877
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    433 shares
    Share 173 Tweet 108
  • Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Konsumen Protes Modernland Cilejit, Progres Podomoro Tenjo Signifikan

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Jetour T1 i-DM Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Plug-in Hybrid Siap Tantang Kompetitor di Segmen Urban Adventure

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya