Koranindopos.com – Makkah. Kementerian Agama (Kemenag) merespons cuitan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI, Iskan Qolba Lubis. Lembaga tersebut meluruskan informasi seputar pelayanan haji yang diberitakan oleh Iskan Qolba Lubis melalui akun twitter miliknya @IskanQL.
”Darurat Haji 2023?hari ini 25/6 @Kemenag_RI menghentikan katering secara sepihak dn tdk sesuai dg kesepakatan df PANJA HAJI, jemaah terpaksa saweran bersama beli makanan, gmn dg jemaah yg pas-pasan? kok jadi begini ….??? @FPKSDPRRI,” demikian dikutip dari akun @IskanQL.
Dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (27/6), postingan tersebut cukup banyak mendapat perhatian netizen. Tak heran jika dengan sigap direspons secara serius oleh Kemenag. Jubir Kementerian Agama Anna Hasbie menyesalkan Iskan Qolba Lubis yang menyebarkan informasi tidak benar kepada masyarakat.
”Saya sangat sesalkan cuitan Pak Iskan Qolba Lubis melalui akun twitternya. Cuitan itu diposting di Tanah Haram, tapi isinya bernuansa fitnah,” tegas Anna.
Anna memang membenarkan bahwa pada 7 Zulhijah 1444 H ada penghentian sementara katering jemaah haji di Makkah. Penghentian sementara juga akan dilakukan pada 14 dan 15 Zulhijah 1444H. Kebijakan penghentian sementara itu bukan diambil sepihak, tapi hasil kesepakatan dengan Komisi VIII DPR.
”Inilah yang saya sebut cuitan Pak Iskan bernuansa fitnah. Atau jangan-jangan Pak Iskan tidak tahu substansi kesepakatannya?” sebut Anna. Menurutnya, masa tinggal jemaah haji Indonesia di Makkah, rata-rata 25 hari. Dalam rentang itu, Kemenag dan DPR menyepakati bahwa selama di Makkah, jemaah haji Indonesia mendapat 66 kali makan yang terdistribusi dalam 22 hari.
Karena itu, lanjut Anna, ada tiga hari yang akan dihentikan sementara, yaitu pada 7, 14, dan 15 Zulhijah. Dalam rentang 8 – 13 Zulhijah, jemaah akan mendapat layanan katering di Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina).
Menurut Anna, Kemenag telah menyosialisasikan kebijakan tersebut sejak jauh-jauh hari, tepatnya sejak 11 Juni 2023. Tujuannya, agar jemaah memahami lebih awal dan bisa mempersiapkan diri.
”Jika hari ini jemaah membeli makan itu karena mereka sudah memahami adanya info penghentian sementara layanan katering yang kami sosialisasikan,” ujar Anna. Penghentian sementara layanan katering pada tanggal-tanggal tersebut dikarenakan kondisi di Makkah sudah sangat padat.
Anna menyebut jemaah dari seluruh dunia sudah berada di Makkah, sehingga sering terjadi kemacetan dan tidak memungkinkan dilakukan proses distribusi katering. ”Jangankan wilayah yang jauh, kawasan yang dekat hanya sekitar dua kilometer pun harus ditempuh dalam waktu lama. Kalau ada katering, kemungkinan akan terlambat sampai jemaah,” tandas Anna.










