Sabtu, 23 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Kementerian PPPA Usulkan Pengedar Rokok Wajib Miliki Izin

Editor : Hana oleh Editor : Hana
30 Mei 2024
in Nasional
A A
0
Rokok
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengusulkan agar setiap orang yang memproduksi, mengimpor, dan mengedarkan produk tembakau serta rokok elektronik wajib memiliki izin sesuai ketentuan perundang-undangan. Usulan tersebut dimasukkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kebijakan tambahan yang diusulkan adalah larangan penjualan produk tembakau dan rokok elektrik kepada warga berumur di bawah 21 tahun serta ibu hamil. Langkah ini diharapkan dapat mencegah generasi muda merokok dan mengurangi prevalensi perokok di kalangan anak-anak dan remaja.

Amurwani Dwi Lestariningsih, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan Kementerian PPPA, menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya lebih luas untuk melindungi anak-anak dari bahaya merokok. “Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan prevalensi merokok pada penduduk berumur 10-18 tahun adalah 14,3 persen untuk anak laki-laki dan 0,2 persen untuk anak perempuan,” ujar Amurwani.

Selain itu, Amurwani menyoroti peningkatan prevalensi perokok elektrik di kalangan anak-anak, yang dipicu oleh iklan-iklan yang menarik dan variasi rasa yang dianggap keren oleh anak-anak muda. “Industri selalu membuat hal-hal menarik guna mengajak anak-anak muda ikut menjadi perokok,” tambahnya.

Artikel Terkait

Kunjungi SD Guthrie Malaysia, Menteri P2MI Puji Pola Rekrutmen Prosedural yang Bersih Dokumen

Koops TNI Habema Siap Kerahkan Pasukan Evakuasi Delapan Pendulang Emas di Korowai

Kapan Insentif Kendaraan Listrik Berakhir? Ini Kajian INDEF GTI

Dalam upaya mencegah merokok di kalangan anak-anak, Kementerian PPPA juga mendorong penerapan Kabupaten atau Kota Layak Anak, sebuah sistem terintegrasi untuk menjamin pembangunan anak. Sistem ini mencakup 24 indikator, salah satunya adalah mendorong kawasan tanpa rokok.

“Kami sedang mengupayakan bagaimana rumah pun nantinya harus bebas rokok, karena banyak sekali rokok dimulai dari konsumsi di rumah tangga,” jelas Amurwani dalam acara temu media Hari Tanpa Rokok Sedunia di Jakarta.

Amurwani juga menyoroti dampak ekonomi dan kesehatan dari kebiasaan merokok. Banyak uang yang seharusnya digunakan untuk konsumsi rumah tangga, seperti membeli bahan makanan, justru habis untuk membeli rokok. “Ini menyebabkan banyak dampak, termasuk dampak pertumbuhan anak,” ungkapnya.

Selain regulasi, Kementerian PPPA melakukan sosialisasi bahaya rokok serta kesehatan reproduksi bagi generasi muda di 33 provinsi. “Kami berharap ini mendorong anak-anak untuk menjadi pelapor dan pelopor, serta mengajak sesama untuk tidak merokok,” kata Amurwani.

Aspirasi anak-anak juga didengarkan melalui Forum Anak yang diwadahi Kabupaten Layak Anak. Anak-anak menginginkan pemerintah membuat kebijakan yang mengatur kawasan bebas rokok. “Pemerintah juga diharapkan membuat regulasi untuk pelarangan iklan, produk, sponsor rokok terhadap kegiatan kepemudaan,” pungkas Amurwani.

Dengan regulasi yang lebih ketat dan upaya bersama dari berbagai pihak, diharapkan prevalensi merokok di kalangan anak-anak dan remaja dapat ditekan, serta tercipta lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. (dni)

Topik: Rokok

TerkaitBerita

Kunjungi SD Guthrie Malaysia, Menteri P2MI Puji Pola Rekrutmen Prosedural yang Bersih Dokumen
Nasional

Kunjungi SD Guthrie Malaysia, Menteri P2MI Puji Pola Rekrutmen Prosedural yang Bersih Dokumen

oleh Editor : Doe
22 Mei 2026
Koops TNI Habema Siap Kerahkan Pasukan Evakuasi Delapan Pendulang Emas di Korowai
Nasional

Koops TNI Habema Siap Kerahkan Pasukan Evakuasi Delapan Pendulang Emas di Korowai

oleh Editor : Affandy
22 Mei 2026
Mobil listrik
Nasional

Kapan Insentif Kendaraan Listrik Berakhir? Ini Kajian INDEF GTI

oleh Editor : Hairul
22 Mei 2026
Menkum: Ferdy Sambo Punya Hak Kuliah S2 dari Dalam Lapas
Nasional

Menkum: Ferdy Sambo Punya Hak Kuliah S2 dari Dalam Lapas

oleh Editor : Affandy
21 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kunjungi SD Guthrie Malaysia, Menteri P2MI Puji Pola Rekrutmen Prosedural yang Bersih Dokumen

Kunjungi SD Guthrie Malaysia, Menteri P2MI Puji Pola Rekrutmen Prosedural yang Bersih Dokumen

22 Mei 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Ribuan Petugas TSA di Amerika Serikat Mengundurkan Diri

Jelang Piala Dunia 2026, Ribuan Petugas TSA di Amerika Serikat Mengundurkan Diri

22 Mei 2026
Harga Emas Antam Melonjak Rp 35.000 per Gram, Kini Tembus Rp 2,78 Juta

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 12.000 per Gram

22 Mei 2026
FC Barcelona Kian Dicintai Penggemar Indonesia Usai Kembali Juara La Liga

FC Barcelona Kian Dicintai Penggemar Indonesia Usai Kembali Juara La Liga

22 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3193 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • ​Sukses Besar! Film Drama Semua Akan Baik-Baik Saja Garapan Baim Wong Tembus 300 Ribu Penonton dalam 3 Hari

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya