koranindopos.com – Jakarta, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor industri untuk mengembangkan Halal Supply Chain atau rantai pasok halal. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ekosistem halal nasional. Kepala BPJPH, Muhammad Aqil Irham, menyampaikan imbauan tersebut saat menyerahkan sertifikat halal kepada PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) di Jakarta.
Aqil Irham berharap langkah ini menjadi contoh bagi perusahaan BUMN lainnya untuk menjadi bagian dari ekosistem halal. “Harapan saya, hal ini akan menjadi contoh bagi perusahaan plat merah lainnya untuk merangsek masuk menjadi bagian dari ekosistem halal yang pada tahun ini akan diberlakukan kewajiban sertifikasi halal,” kata Aqil Irham di kantor KAI Jakarta.
Menurut Aqil, pembangunan halal supply chain harus menggunakan sumber daya secara efektif pada seluruh rantai pasok, mulai dari hulu hingga hilir. Hal ini harus memenuhi prinsip traceability, atau tertelusur, untuk memastikan kehalalan produk dari bahan baku hingga produk akhir yang siap dikonsumsi oleh konsumen.
Aqil juga mengajak Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Sucofindo untuk bersama-sama menjadi pionir dalam sinergi mewujudkan halal supply chain di BUMN. Aqil menekankan perlunya satu sistem terintegrasi yang dikembangkan bersama sehingga ketertelusuran kehalalan produk dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan akurat.
“Terwujudnya halal supply chain yang kuat dipastikan akan mendorong ekosistem halal yang kuat pula. Dan ini penting dalam rangka menyambut wajib halal Oktober 2024, terutama bagi industri menengah, besar, dan luar negeri,” lanjut Aqil.
Pada acara tersebut, Aqil menyerahkan secara simbolis sertifikasi halal untuk jasa logistik PT KAI Logistik yang diterbitkan BPJPH pada 14 Juni 2024. Sertifikat tersebut mencakup tiga produk jasa pendistribusian yang tersebar di tiga lokasi terminal barang, yakni di Klari, Kalimas, dan Sungai Lagoa.
Plt Direktur Utama PT KAI Logistik, Fredi Firmansyah, menyampaikan apresiasinya kepada BPJPH atas layanan yang memudahkan proses sertifikasi halal, meskipun ini merupakan yang pertama bagi jasa transportasi dalam mendaftarkan sertifikasi halal.
“Terima kasih kepada BPJPH atas layanannya sehingga alhamdulillah kami telah mendapatkan sertifikat halal. Akhirnya, karena komitmen kami, tiga aset kami yakni di Sungai Labuan Jakarta, Klari Karawang, dan Kalimas Surabaya telah resmi bisa menempelkan label halal,” ungkap Fredi.
Fredi Firmansyah juga menyampaikan rencana untuk memperluas sertifikasi halal ke produk kereta api lainnya. “Kedepannya, kami juga akan sounding ke KAI untuk juga mensertifikasi halal produk lainnya di kereta apinya. Karena ini amanat Undang-undang, termasuk di dalamnya adalah logistik, pergudangan, transportasi, dan distribusi,” tuturnya.
Dengan adanya dorongan dari BPJPH, diharapkan semakin banyak BUMN yang akan terlibat dalam pengembangan halal supply chain, memperkuat ekosistem halal nasional, dan memastikan produk halal tersedia bagi konsumen di seluruh Indonesia. (hai)










