Koranindopos.com – Jakarta. Di tengah bangkitnya perfilman nasional yang semakin mendapatkan apresiasi dari penonton, industri ini terus berkembang dengan berbagai gagasan baru dan segar. Salah satu karya yang segera diproduksi adalah film bertajuk ‘Apa Itu Cinta’ (AIC) yang diusung oleh rumah produksi Dynamic Story Pictures (DSP).
Film ini hadir dengan genre horor komedi yang dibumbui elemen drama, sebuah konsep unik yang diharapkan bisa menarik minat masyarakat untuk kembali meramaikan bioskop.
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris muda berbakat, seperti Sylvia Genpati, Brian Andrew, Arry Febrian, Ritha Hassan, Akmal Musthapa, Richard Ivander, Resty Wulandari, Novita, Vanny Maisella, Elza Agustine, Indah Slovankaa, dan Marisha Putri. Kehadiran mereka diharapkan dapat membawa daya tarik tersendiri bagi penonton dari kalangan Gen Z dan millenial yang menjadi sasaran utama film ini.
Meski demikian, produser Kicky Herlambang dan eksekutif produser David Iskandar menekankan bahwa film ini tetap dapat dinikmati oleh semua usia.

Kicky Herlambang menyatakan rasa syukur atas dimulainya produksi film ini, yang sekaligus menandai lembaran baru bagi Dynamic Story Pictures di industri film Tanah Air. Dalam acara launching dan syukuran yang diadakan di Black Onyx, Kayu Putih, Jakarta Timur, Minggu (27/10/2024), Kicky berharap film ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.
“Semoga ‘Apa Itu Cinta’ dapat meraih respon positif dan menjadi langkah awal bagi DSP untuk terus berkarya,” ujar Kicky.
Eksekutif produser David Iskandar menambahkan bahwa potensi penonton film Indonesia sangat besar. “Dengan jumlah penonton yang bisa mencapai jutaan, kami optimis film yang mengusung gagasan segar ini akan diminati. Kami sudah memikirkan dengan matang untuk menghadirkan film yang sesuai dengan selera pasar lokal,” ujarnya.
Kicky Herlambang menambahkan bahwa cerita dalam “Apa Itu Cinta” sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mengangkat tema cinta yang dapat menjadi refleksi bagi para penontonnya. Film ini dikemas dengan humor ringan dan sentuhan horor, serta kisah percintaan remaja yang relatable. Dengan durasi sekitar 85 menit, film ini diharapkan bisa memberikan hiburan yang unik bagi penonton bioskop di Indonesia.
David Iskandar pun optimis dengan masa depan perfilman Indonesia yang semakin cerah. Menurutnya, kualitas film yang terus meningkat dapat meningkatkan jumlah penonton di masa mendatang.
“Kami melihat potensi perfilman nasional bukan sekadar bangkit, tetapi berkembang menuju masa depan yang menjanjikan. Kualitas yang terus ditingkatkan akan menjadi daya tarik yang kuat bagi penonton.”
Dengan harapan dan optimisme ini, ‘Apa Itu Cinta’ diproyeksikan menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi DSP dalam berkontribusi terhadap perkembangan industri perfilman Indonesia.










