
JAKARTA, koranindopos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah resmi memiliki komisioner yang baru. Sebanyak 7 nama anggota KPU dan 5 orang anggota Bawaslu hasil seleksi Komisi II telah disahkan melalui Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Jumat (18/2). Selanjutnya mereka dituntut mulai mempersiapkan tahapan penyelenggaraan pileg dan pilpres serta pilkada yang akan dilaksanakan secara serentak di tahun yang sama. Yakni, Pileg dan Pilpres pada 14 Februari dan Pilkada pada 27 November 2024.
Sebelum anggota penyelenggara pemilu itu disahkan, di hadapan Rapat Paripurna DPR RI, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung melaporkan proses seleksi melalui fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) selama tiga hari pada 14-16 Februari 2022. Para anggota KPU dan Bawaslu terpilih juga hadir dan diperkenalkan dalam Rapat Paripurna. “Apakah laporan Komisi II DPR terhadap hasil uji kelayakan atau fit and proper test calon anggota Komisi Pemilihan Umum dan calon anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum masa jabatan tahun 2022-2027 tersebut dapat disetujui?” kata Ketua DPR RI Puan Maharani selalu pimpinan Rapat Paripurna seperti dikutip dari website resmi DPR RI, Sabtu (19/2).
“Setuju,” jawab anggota dewan kemudian dilanjutkan ketukan palu Puan tanda pengesahan penetapan anggota KPU dan Bawaslu terpilih. Adapun 7 anggota KPU terpilih yaitu Betty Epsilon Idroos, Hasyim Asy’ari, Muhammad Afifuddin, Parsadaan Harahap, Yulianto Sudrajat, Idham Holik dan August Mellaz. Sementara itu 5 anggota Bawaslu terpilih adalah Lolly Suhenty, Puadi, Rahmat Bagja, Totok Hariyono, dan Herwyn Jefler Malonga. “Selamat kepada calon anggota KPU dan calon anggota Bawaslu masa jabatan tahun 2022-2027, semoga dapat menjalankan tugas dengan profesional, berintegritas, bertanggungjawab, dan amanah demi terjaminnya hak konstitusional warga negara dalam memilih dan dipilih,” ujar Puan.
Politisi PDIP itu menyambut baik penetapan anggota KPU dan Bawaslu terpilih. Dia berharap 7 komisioner KPU dan 5 anggota Bawaslu periode 2022-2027 dapat bekerja secara profesional dengan integritas yang tinggi. Dia mengingatkan agar mereka senantiasa memegang teguh prinsip netralitas saat menjalankan tugasnya. “Hal ini penting agar penyelenggaraan pemilu berjalan dengan baik mengingat tantangan keserentakan dalam pemilu ke depan. Dengan begitu pemilu dapat dilaksanakan dengan prinsip langsung, umum, bebas,rahasia, jujur, serta adil,” tutur Puan. Dia juga berharap anggota KPU dan Bawaslu terpilih bisa segera melakukan konsolidasi sehingga bisa segera bekerja efektif dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 2024.
Dalam mempersiapkan tahapan pemilu, Puan mengingatkan anggota KPU-Bawaslu terpilih agar memperhatikan keamanan dan kesehatan masyarakat. Kondisi pandemi Covid-19 yang belum menentu harus diantisipasi sebaik-baiknya. Dengan begitu, masyarakat dalam menyalurkan hak suaranya tidak memiliki kekhawatiran dan tingkat partisipasi warga pada pemilu berikutnya meningkat. Tak hanya itu, Puan pun meminta KPU menyiapkan skema yang baik terhadap proses penghitungan suara. Hal ini mengingat pada Pemilu 2019 lalu, banyak petugas dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia karena kelelahan. “Kita harus memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik,” ujar perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.(hai)









