Jumat, 26 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Gunung Marapi Erupsi, 9 Pendaki Ilegal Jadi Sorotan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
26 Januari 2025
in Nasional
A A
0
gunung merapi
Share on FacebookShare on Twitter
koranindopos.com – Jakarta. Gunung Marapi, salah satu gunung berapi paling aktif di Sumatera Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi pada siang hari ini. Peristiwa ini semakin menjadi perhatian setelah dilaporkan adanya sembilan pendaki ilegal yang nekat mendaki meskipun kawasan gunung sudah ditutup untuk aktivitas pendakian sejak beberapa waktu lalu.

Gunung Marapi, yang dikenal sebagai gunung berapi aktif dan mematikan, dilaporkan mengalami erupsi dengan lontaran material vulkanik dan abu tebal pada Sabtu siang. Badan Geologi telah memantau peningkatan aktivitas gunung ini sejak beberapa hari terakhir dan menetapkan status waspada.

Erupsi tersebut mengeluarkan abu vulkanik yang membumbung tinggi ke udara, mengancam kawasan di sekitar gunung. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati radius berbahaya yang telah ditentukan.

Di tengah peringatan bahaya dari otoritas setempat, sembilan pendaki ilegal dilaporkan nekat mendaki Gunung Marapi. Pendakian mereka terungkap setelah adanya laporan dari tim SAR dan relawan yang menemukan jejak mereka di jalur pendakian.

Menurut laporan, para pendaki ini masuk secara diam-diam tanpa mematuhi aturan yang berlaku. Padahal, otoritas setempat sudah melarang aktivitas pendakian untuk menghindari risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik gunung.

Artikel Terkait

Perpusnas dan IPI Siapkan Pembaruan Sistem Pelatihan Pustakawan, Fokus pada Kebutuhan Era Digital

1.737 Karya dari 34 Provinsi Ramaikan Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, Kementerian Kebudayaan Siapkan Gerakan Nasional Baru

Heboh Sidang Heni Sagara: Terungkap Aliran Dana Diduga dari Oky Pratama ke Terdakwa

Pendakian ilegal di kawasan gunung berapi aktif seperti Gunung Marapi tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan nyawa. Aktivitas vulkanik yang tidak terduga dapat memicu erupsi sewaktu-waktu, membahayakan pendaki yang berada di jalur pendakian.

Pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan dan larangan yang dikeluarkan demi keselamatan bersama. Mereka juga menegaskan bahwa pendakian ilegal dapat dikenai sanksi hukum.

Untuk mencegah insiden serupa, otoritas lokal mengimbau pendaki dan masyarakat sekitar untuk:

  1. Mematuhi Larangan: Tidak memasuki kawasan gunung yang telah dinyatakan berbahaya oleh pihak berwenang.
  2. Mengikuti Informasi Resmi: Memantau informasi terbaru terkait status gunung dari Badan Geologi atau pemerintah daerah.
  3. Mengutamakan Keselamatan: Tidak memaksakan diri untuk mendaki, terutama di gunung berapi yang aktif.

Tim penyelamat saat ini sedang berupaya memastikan keselamatan para pendaki ilegal tersebut. Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi gunung yang masih aktif.

Gunung Marapi, dengan segala keindahan dan potensi bahayanya, mengingatkan kita bahwa alam harus dihormati dan aturan harus dipatuhi untuk menghindari tragedi yang tidak diinginkan. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.(dhil)

Topik: Gunung Merapi

TerkaitBerita

Perpusnas dan IPI Siapkan Pembaruan Sistem Pelatihan Pustakawan, Fokus pada Kebutuhan Era Digital
Nasional

Perpusnas dan IPI Siapkan Pembaruan Sistem Pelatihan Pustakawan, Fokus pada Kebutuhan Era Digital

oleh Editor : Akula
25 Juni 2026
1.737 Karya dari 34 Provinsi Ramaikan Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, Kementerian Kebudayaan Siapkan Gerakan Nasional Baru
Nasional

1.737 Karya dari 34 Provinsi Ramaikan Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, Kementerian Kebudayaan Siapkan Gerakan Nasional Baru

oleh Editor : Akula
25 Juni 2026
Heboh Sidang Heni Sagara: Terungkap Aliran Dana Diduga dari Oky Pratama ke Terdakwa
Nasional

Heboh Sidang Heni Sagara: Terungkap Aliran Dana Diduga dari Oky Pratama ke Terdakwa

oleh Editor : Akula
25 Juni 2026
iCS 2026 Jadi Ajang Pembuktian Generasi Muda Indonesia dalam Mengembangkan Inovasi Berbasis Bioteknologi
Nasional

iCS 2026 Jadi Ajang Pembuktian Generasi Muda Indonesia dalam Mengembangkan Inovasi Berbasis Bioteknologi

oleh Editor : Akula
25 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Menuju 500 Tahun Kota Jakarta, Kolaborasi Strategis Visiting Jakarta dan Remember Fest Siap Dorong Ekonomi Kreatif

Menuju 500 Tahun Kota Jakarta, Kolaborasi Strategis Visiting Jakarta dan Remember Fest Siap Dorong Ekonomi Kreatif

25 Juni 2026
Perpusnas dan IPI Siapkan Pembaruan Sistem Pelatihan Pustakawan, Fokus pada Kebutuhan Era Digital

Perpusnas dan IPI Siapkan Pembaruan Sistem Pelatihan Pustakawan, Fokus pada Kebutuhan Era Digital

25 Juni 2026
Pihak Sarwendah Ternyata Diam-Diam Sudah Gerilya ke KPAI Lebih Dulu, Ini Faktanya

Bantah Batasi Akses Anak, Sarwendah Serahkan Bukti Tandingan ke KPAI dan Tantang Ruben Onsu Mediasi

25 Juni 2026
1.737 Karya dari 34 Provinsi Ramaikan Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, Kementerian Kebudayaan Siapkan Gerakan Nasional Baru

1.737 Karya dari 34 Provinsi Ramaikan Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, Kementerian Kebudayaan Siapkan Gerakan Nasional Baru

25 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3574 shares
    Share 1430 Tweet 894
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    446 shares
    Share 178 Tweet 112
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya