Gunung Marapi, yang dikenal sebagai gunung berapi aktif dan mematikan, dilaporkan mengalami erupsi dengan lontaran material vulkanik dan abu tebal pada Sabtu siang. Badan Geologi telah memantau peningkatan aktivitas gunung ini sejak beberapa hari terakhir dan menetapkan status waspada.
Erupsi tersebut mengeluarkan abu vulkanik yang membumbung tinggi ke udara, mengancam kawasan di sekitar gunung. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati radius berbahaya yang telah ditentukan.
Di tengah peringatan bahaya dari otoritas setempat, sembilan pendaki ilegal dilaporkan nekat mendaki Gunung Marapi. Pendakian mereka terungkap setelah adanya laporan dari tim SAR dan relawan yang menemukan jejak mereka di jalur pendakian.
Menurut laporan, para pendaki ini masuk secara diam-diam tanpa mematuhi aturan yang berlaku. Padahal, otoritas setempat sudah melarang aktivitas pendakian untuk menghindari risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik gunung.
Pendakian ilegal di kawasan gunung berapi aktif seperti Gunung Marapi tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan nyawa. Aktivitas vulkanik yang tidak terduga dapat memicu erupsi sewaktu-waktu, membahayakan pendaki yang berada di jalur pendakian.
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan dan larangan yang dikeluarkan demi keselamatan bersama. Mereka juga menegaskan bahwa pendakian ilegal dapat dikenai sanksi hukum.
Untuk mencegah insiden serupa, otoritas lokal mengimbau pendaki dan masyarakat sekitar untuk:
- Mematuhi Larangan: Tidak memasuki kawasan gunung yang telah dinyatakan berbahaya oleh pihak berwenang.
- Mengikuti Informasi Resmi: Memantau informasi terbaru terkait status gunung dari Badan Geologi atau pemerintah daerah.
- Mengutamakan Keselamatan: Tidak memaksakan diri untuk mendaki, terutama di gunung berapi yang aktif.
Tim penyelamat saat ini sedang berupaya memastikan keselamatan para pendaki ilegal tersebut. Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi gunung yang masih aktif.
Gunung Marapi, dengan segala keindahan dan potensi bahayanya, mengingatkan kita bahwa alam harus dihormati dan aturan harus dipatuhi untuk menghindari tragedi yang tidak diinginkan. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.(dhil)
















