
JAKARTA, koranindopos.com – Nama Basuki Tjahaja Purnama kembali menyita perhatian publik pada hari ini (6/1). Penyebabnya karena pria yang akrab disapa Ahok itu dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaporan dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut dilakukan salah satu kelompok masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK).
Presidium PNPK Adhie Massardi membeberkan sejumlah kasus yang menyeret Ahok selama menjabat sebagai wakil gubernur hingga gubernur DKI. Mulai dugaan korupsi terkait RS Sumber Waras, lahan Taman BMW, lahan Cengkareng Barat, dana CSR, hingga reklamasi Teluk Jakarta. Sebagian dari kasus-kasus itu bahkan telah diselidiki KPK di bawah pimpinan sebelumnya. “Namun tidak jelas kelanjutannya,” ujar Adhie di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (6/1).
Mantan juru bicara Presiden Gus Dur itu menyebut kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Ahok didiamkan oleh pimpinan KPK sebelumnya. “Kalau kasus korupsinya Ahok ini sudah di sini (KPK, Red), paling gampang. Kenapa paling gampang? Karena dari teman-teman di KPK tuh tinggal mengeluarkan dari freezer kemudian di taruh microwave 5-10 menit sudah bisa disantap,” kata Adhie.
Adhie berharap KPK dibawah pimpinan Firli Bahuri akan semakin berwibawa dan ditakuti para koruptor. Caranya mengusut tuntas kasus korupsi yang sebelumnya terkesan dibiarkan mengambang tanpa kejelasan. Termasuk soal kasus yang diduga menyeret nama Ahok. Jangan sampai kedekatan Ahok dengan Presiden Jokowi menjadi batu sandungan KPK mengusut kasus mantan politisi Golkar dan Gerindra itu seperti suara sumbang yang berkembang sebelumnya. “Kami berharap KPK pimpinan Pak Firli ini bisa lebih jelas melakukan pemberantasan korupsi,” tandas Adhie.(hai)










