Koranindopos.com – JAKARTA — Ajaib memperkuat edukasi pasar modal dengan menjadi mitra edukasi dalam kegiatan Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Surabaya, Senin (21/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ajaib memperkenalkan Exchange Traded Fund (ETF) sebagai salah satu instrumen investasi yang semakin dikenal dan diminati investor Indonesia.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 peserta, yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai ETF, mulai dari mekanisme perdagangan hingga pengelolaan risiko.
Financial Expert Ajaib, Ratih Mustikoningsih, hadir memberikan materi mengenai pengenalan ETF, mekanisme transaksi, serta manajemen risiko dalam investasi ETF.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan interaksi sepanjang sesi. Hal tersebut menunjukkan ketertarikan generasi muda Surabaya untuk memahami instrumen investasi sebelum mulai berinvestasi.
“ETF kini menjadi salah satu instrumen yang makin diminati karena risikonya lebih terukur dan likuiditasnya baik, sehingga cocok untuk investor pemula,” kata Ratih dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Melalui edukasi tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada karakteristik ETF, tetapi juga diajak memahami bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan.
Langkah Ajaib menyasar generasi muda sejalan dengan perkembangan demografi investor pasar modal Indonesia.
Berdasarkan data BEI per Juli 2026, investor individu saham berusia di bawah 30 tahun mencapai 53,85 persen dari total investor ekuitas domestik.
Data tersebut menunjukkan besarnya peran generasi muda dalam pertumbuhan investor ritel di Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan data BEI per 15 September 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 31.632.107 Single Investor Identification (SID).
Jumlah tersebut bertambah lebih dari 11,28 juta investor baru sepanjang tahun berjalan atau tumbuh sekitar 55,45 persen dibandingkan akhir 2025.
Pertumbuhan tersebut turut menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi di pasar modal.
Pertumbuhan jumlah investor juga membuat kebutuhan terhadap edukasi pasar modal semakin besar. Investor baru tidak hanya perlu mengetahui cara membeli instrumen investasi, tetapi juga memahami karakteristik produk, mekanisme perdagangan, serta risikonya.
Bagi Ajaib, edukasi tersebut menjadi bagian penting agar pertumbuhan jumlah investor diikuti dengan peningkatan pemahaman mengenai investasi.
AVP Digital Marketing & Branding Ajaib, Azizah, mengatakan pertumbuhan investor merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
“Pertumbuhan investor di Indonesia pada tahun ini merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak, dan Ajaib bangga menjadi bagian dari perjalanan itu. Semakin banyak anak muda Surabaya yang berani mengambil langkah pertama berinvestasi, dan itu adalah kemenangan bersama untuk masa depan keuangan Indonesia,” ujar Azizah.
Menurut Ajaib, semakin banyaknya pilihan instrumen investasi membuat pemahaman mengenai produk dan risiko menjadi semakin penting, terutama bagi investor pemula.
Kegiatan Sekolah Pasar Modal di Surabaya menjadi bagian dari rangkaian edukasi yang dilakukan Ajaib di berbagai wilayah Indonesia.
Sebelumnya, program edukasi serupa telah menjangkau sejumlah daerah, mulai dari Bangka, Bandung, Malang, Yogyakarta, hingga Nusa Tenggara Barat.
Melalui rangkaian tersebut, Ajaib berupaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai investasi dan pasar modal.
Bagi perusahaan, pertumbuhan investor tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya jumlah rekening atau SID. Hal yang juga penting adalah memastikan investor memahami instrumen yang dipilih sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan edukasi yang dilakukan bersama BEI, Ajaib berharap semakin banyak generasi muda dapat mengenal pasar modal secara lebih baik sekaligus memahami risiko sebelum mulai berinvestasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, seiring semakin besarnya peran generasi muda dalam pertumbuhan investor pasar modal nasional.(dhil/dtk)










