Koranindopos.com – Jakarta. Film “BELIEVE: Takdir · Mimpi · Keberanian” bukan hanya menampilkan aksi dramatis di layar, tetapi juga menyimpan proses panjang dan penuh tantangan bagi para pemain utamanya, salah satunya Ajil Ditto. Dalam acara screening dan konferensi pers yang digelar pada Jumat, 18 Juli 2025 di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Ajil membagikan pengalaman transformasinya menjadi tokoh Agus.
Menurut aktor kelahiran 1999 ini, persiapan perannya bukanlah perkara mudah. Ia harus menjalani berbagai latihan intensif selama 45 hari. “Proses untuk menjadi seorang Agus bisa dibilang cukup rumit ya, menurut gue. Di satu yang bersamaan harus melakukan banyak hal bersamaan, harus workshop, latihan militer, koreo, latihan fisik, semua itu dilakukan dalam waktu 45 hari,” ungkap Ajil.
Tak hanya itu, ia juga mengalami cedera fisik selama proses syuting. Dalam salah satu adegan perkelahian, ia merasakan sakit yang cukup serius namun baru terasa setelah pengambilan gambar selesai. “Pas take belum kerasa sakit tuh pas adegan fighting, tapi pas udah selesai gak bisa bangun,” jelasnya. Ajil bahkan menyebut rasa sakit tersebut sebagai sesuatu yang “nagih” karena menjadi pengalaman debutnya dalam film laga.
Salah satu momen yang paling diingatnya adalah ketika rekannya, Lio, harus menginjak kepalanya dalam sebuah adegan. Alih-alih hanya akting, aksi itu ternyata benar-benar dilakukan. “Ada adegan bang Lio injek kepala gue, dan itu keinjek beneran yaa,” katanya, menekankan totalitas dalam peran yang dijalani.

Sementara itu, sisi romantis dalam film juga menjadi fokus yang tak kalah penting. Ajil beradu peran dengan Adinda Thomas sebagai pasangan suami istri yang menghadapi perjuangan di tengah konflik. Untuk membangun kedekatan dan chemistry, keduanya mengandalkan komunikasi yang terbuka.
“Kan kita sebagai pasangan main harus tau boundaries yaa, modal reading yang singkat yaa terus Adinda juga luar biasa jadinya kami kan gampang buat dapat kemistri,” tutur Ajil. Keberhasilan membangun kedekatan di layar menurutnya berasal dari kepercayaan satu sama lain.
Adinda Thomas, aktris yang juga dikenal lewat berbagai peran kuatnya di layar lebar, menambahkan bahwa membangun kepercayaan dalam peran membutuhkan pengorbanan. Ia menyoroti nilai yang diangkat film tentang perjuangan dan kesetiaan dalam hubungan.
“Yang didapat tuh untuk ngasih kepercayaan itu butuh pengorbanan, apakah pasangan pulang dengan selamat, apakah pulang dengan setia. Suaminya berjuangan dengan caranya dan istrinya pun punya cara berjuang sendiri,” ungkap Adinda penuh makna.
Film “BELIEVE: Takdir · Mimpi · Keberanian” menempatkan keberanian, impian, dan takdir dalam satu rangkaian cerita yang emosional. Di balik layar, proses pembentukan karakter dan hubungan antarpemain menjadi cerminan komitmen yang tak main-main. Hal itu membuat film ini tak hanya layak ditonton, tapi juga diapresiasi dari sisi proses pembuatannya.
Dengan intensitas latihan dan pendalaman karakter yang dilakukan para aktor, “BELIEVE: Takdir · Mimpi · Keberanian” hadir bukan sekadar film laga-romantis biasa, tapi juga sebuah dedikasi. Baik Ajil maupun Adinda menunjukkan bahwa peran yang kuat lahir dari kerja keras yang tak terlihat penonton.
Dari cerita di balik layar ini, publik bisa melihat betapa proses produksi sebuah film tidak semudah yang terlihat di layar. Kerja keras, cedera, hingga perjuangan membangun chemistry menjadi bagian penting yang turut memberi nyawa pada cerita yang disampaikan.










