Koranindopos.com – Jakarta. Riset merupakan salah satu syarat penting untuk menjadi Negara maju. Tumbuh kembangnya riset menjadi penentu maju dan mundurnya peradaban sebuah bangsa. Karena itu, banyak pihak menuntut agar anggaran riset di Indonesia ditambah setiap tahun.
Anggota Komisi VII DPR RI Diah Nurwitasari mengapresiasi usulan peningkatan anggaran riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2024. Meski relatif kecil, namun dia berharap peningkatan anggaran riset ini dapat memajukan iklim riset di Indonesia. Dorongan daya dukung anggaran untuk riset sudah selayaknya ditambah.
”Saya mengapresiasi usulan peningkatan anggaran riset, sekecil apapun ini sudah merupakan usulan yang meningkat, yang tadinya Rp2,246 triliun di 2023, di depan dinaikkan menjadi Rp2,285 triliun,” ujar Diah dikutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (20/6).
Diah berharap peningkatan usulan dana riset benar-benar memajukan iklim riset di Indonesia. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) itu menyatakan dengan adanya usulan kenaikan anggaran riset tahun 2024, BRIN juga diharapkan untuk mengevaluasi hasil daripada program-program riset yang telah dihasilkan.
”Terutama terkait komunikasi dan sinergitas BRIN dengan kementerian dan lembaga lain terkait implementasi dari program riset yang telah dihasilkan,” jelas Diah. Misalnya, lanjut dia, BRIN bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia (DI) dalam mengembangkan N219.
”Begitu selesai dengan urusan itu, what’s next dengan N219? BRIN menganggap ya udah risetnya udah selesai, berikutnya harus masuk itu tahapan industrialisasi dan ini gimana nih komunikasi antara BRIN dengan Kementerian Perindustrian misalnya?” tandas Diah.










