koranindopos.com – Jakarta. Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) dalam memperingati Hari Pengendalian Nyamuk (HPN) yang di peringati setiap tahunnya menggelar aksi jalan sehat yang bertepatan dengan Car Free Day (CFD) di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (23/10/22).
Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama kementerian Kesehatan sebagai rangkaian peringatan Hari Pengendalian Nyamuk (HPN) yang acara puncaknya akan dilaksanakan di Provinsi Bangka Belitung pada tanggal 15 November 2022 dengan tema “Bangkit Bersama Menuju Pariwisata Bebas Nyamuk”.
Drs. H Muallif ZA, Ketua DPP ASPPHAMI Menjelaskan, Kegiatan jalan sehat yang merupakan bentuk sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pengendalian nyamuk ini disambut antusiasme cukup besar. Kami berhasil melibatkan partisipasi lebih dari 2000 peserta yang terdiri atas perusahaan anggota ASPPHAMI, jajaran Kementerian Kesehatan, Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dan Polbangtan Bogor.
“Upaya pengendalian nyamuk tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, Oleh karena itu ASPPHAMI menjadi mitra strategis pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan RI dalam melahirkan regulasi guna mendukung upaya pencegahan dan pengendalian vektor yang efektif serta efisien.” katanya
Muallif juga menambahkan, peran ASPPHAMI lainnya yang juga sangat esensial adalah melakukan upaya peningkatan kompetensi para karyawan anggota perusahaan melalui pelatihan dengan Kemenkes yang telah menghasilkan ribuan tenaga terampil di seluruh wilayah Indonesia demi menciptakan lingkungan yang sehat dan terbebas dari penularan vektor penyebar penyakit.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI.
“Hari Pengendalian Nyamuk selalu diperingati setiap tahunnya dan dilatarbelakangi karena penyakit tular vektor nyamuk masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia, seperti demam berdarah, malaria, filariasis dan lain-lain,” terang Maxi.
Ia menegaskan, pemerintah telah berkomitmen untuk melaksanakan pencegahan dan pengendalian penyakit tular vektor dan zoonotik, antara lain Indonesia eliminasi malaria tahun 2030, eliminasi filariasis tahun 2030 eliminasi scistosomiasis tahun 2025, eliminasi rabies tahun 2030 serta reduksi demam berdahan dengan incidence rate (IR) kurang dari 10/100.000 penduduk.
“Pengendalian vektor akan lebih efektif dan memberikan hasil yang maksimal apabila melibatkan peran serta masyarakat. Sehingga Peringatan Hari Pengendalian Nyamuk (HPN) tahun ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pengendalian vektor,” ujarnya.
Perusahaan Pengendalian Hama yang terdiri dari 700 perusahaan yang tersebar dihampir seluruh Indonesia berperan membantu pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian vektor terutama pada lingkungan masyarakat golongan menengah ke atas terutama pada lingkungan yang tidak memungkinkan ditangani oleh pemerintah mengingat keterbatasan sumber daya dan anggaran yang dimiliki. Selain itu perusahaan pengendalian.salian Hama juga berperan melakukan pengendalian vektor pada lingkungan masyarakat menengah kebawa melalui aksi aksi kegiatan sosial baik yang diorgan9sadikan oleh Asosiasi Aspphami maupun dalam be tuk CSR masing masing perusahaan. (why)










