Koranindopos.com – JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Tarung Derajat menjadi momentum penting untuk memperkuat peran olahraga bela diri asli Indonesia tersebut dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter. Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB Kodrat) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan, Tarung Derajat tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Bamsoet saat menerima jajaran pengurus Tarung Derajat Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-54 Tarung Derajat.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Sekretaris Jenderal PB Tarung Derajat Dwi Nugroho Marsudianto dan Agus Hadsoe, Ketua Tarung Derajat Yogyakarta Sunaryanta, serta Ketua Tarung Derajat Jawa Tengah Putut Sutopo.
Menurut Bamsoet, selama lebih dari lima dekade Tarung Derajat telah berkembang dari sebuah perguruan bela diri menjadi cabang olahraga prestasi yang melahirkan ribuan atlet dan petarung berkarakter di berbagai daerah. Di tengah bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia, pembinaan olahraga bela diri dinilai memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang disiplin, berintegritas, sehat secara fisik, serta memiliki mental yang kuat.
“Memasuki usia ke-54, tantangan Tarung Derajat semakin besar. Pembinaan Tarung Derajat harus menjadi bagian dari strategi nasional dalam membangun generasi muda yang sehat, tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi persaingan global,” ujar Bamsoet.
Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 itu menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa banyak peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Kemudahan akses informasi dan perubahan gaya hidup dinilai dapat memengaruhi karakter apabila tidak diimbangi dengan pembinaan yang tepat.
Karena itu, olahraga bela diri seperti Tarung Derajat dinilai mampu menjadi media pembentukan karakter melalui latihan yang mengedepankan kedisiplinan, pengendalian diri, sportivitas, dan tanggung jawab.
Menurut Bamsoet, keberhasilan sebuah cabang olahraga tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih dalam berbagai kejuaraan, melainkan dari kontribusinya dalam membentuk pribadi-pribadi yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Keberhasilan olahraga jangan diukur semata dari jumlah medali. Ukuran yang jauh lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang sehat, disiplin, berintegritas, memiliki karakter kuat, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Tarung Derajat memiliki seluruh nilai tersebut,” katanya.
Bamsoet juga mengingatkan bahwa Indonesia sedang menikmati bonus demografi yang menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan nasional. Berdasarkan data Kementerian Pemuda dan Olahraga, jumlah pemuda Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 64,22 juta jiwa atau sekitar 20 persen dari total penduduk.
Namun, besarnya populasi usia produktif tersebut juga diiringi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya aktivitas fisik, meningkatnya penyalahgunaan narkoba, perundungan, kekerasan remaja, hingga persoalan kesehatan mental akibat derasnya arus digitalisasi.
Dalam kondisi tersebut, pembinaan olahraga yang mampu membangun karakter dinilai menjadi kebutuhan yang semakin mendesak agar bonus demografi benar-benar menjadi modal menuju Indonesia Emas 2045.
Bamsoet menilai Tarung Derajat memiliki nilai-nilai yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Selain melatih kemampuan fisik, olahraga bela diri ini juga menanamkan keberanian yang bertanggung jawab, semangat pantang menyerah, rasa hormat kepada sesama, serta kemampuan mengendalikan diri.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat penting agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri dan karakter kebangsaan.
Ia berharap pembinaan Tarung Derajat terus diperkuat di berbagai daerah melalui sinergi antara PB Kodrat, pemerintah daerah, sekolah, hingga komunitas olahraga, sehingga semakin banyak anak muda yang dapat merasakan manfaat olahraga bela diri sebagai sarana pembentukan karakter sekaligus peningkatan prestasi.
“Tarung Derajat mengajarkan keberanian yang bertanggung jawab, kedisiplinan, pengendalian diri, sportivitas, semangat pantang menyerah, dan rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan generasi muda agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan karakter kebangsaan,” pungkas Bamsoet.(dhil)






